Popular Post

Archive for 2015

[CERPEN] Clannad Another World : Kyou and Ryou Chapter Part 2 END

By : saintzera

“Sudah kubilang jangan kemari !! Tinggalkan aku sendiri !!”
Kali ini Kyou berteriak dan kembali langkahku terhenti.
“.. Jangan ganggu aku lagi !!!”


“Kyou...” Aku mendekat lagi..
“Hentikan !!”
Kyou berjalan melewatiku, kuraih tangannya
“Hey Kyou !...”
“HENTIKAN !!!...”
Kyou berusaha melepaskan tangannya dari padaku, namun sebelum itu terjadi aku menggunakan tanganku yang satunya untuk benar-benar menghentikannya. Kyou masih berusaha melepaskan dirinya, dan perkelahian kecil kami ini pun membuat kami terhuyung karena jalan tanah yang becek akibat hujan. Sampai pada akhirnya Kyou tidak lagi melawan karena aku berhasil memeluknya dari belakang. Kudekatkan kepalaku padanya, kudengar Kyou mulai menangis..
“Berhentilah bersikap ramah padaku Tomoya...aku memang bodoh...kalau kamu bersikap begitu baik padaku, aku akan salah mengira”
.....
“Aku takut...aku takut menyatakan perasaanku padamu...”
“Kalau aku menyatakan cintaku padamu lalu aku ditolak, kita mungkin tidak bisa menjadi teman lagi seperti sebelumnya...”
“Sekalipun nantinya kamu menerimaku, Ryou yang akan sedih...”
“kalau sudah begitu akan lebih baik kalau aku saja yang mengalah...kupikir itu yang terbaik buat semua”
“Tapi sekarang..yang kurasakan...tidak lain daripada sebuah penyesalan..”
“Aku memang bodoh...itu adalah pilihanku, namun demikian ...”
................................................
“Kyou...sebenarnya aku...”
.............................
“Tomoya ! Aku adalah Kyou Fujibayashi, aku bukan... Ryou”
Aku terkejut...iya...benar...Kyou bukanlah pacarku meski sebenarnya aku...
Kyou berhasil melepaskan diri daripadaku karena peganganku yang mulai melemah...
“Tapi aku sudah terlambat Tomoya...bye bye...”
Kali ini Kyou benar-benar berlalu daripadaku, aku tak lagi kuasa menahan langkah kakinya. Aku berdiri terpaku dan tak mampu beranjak.
_____________________________________________________________________________________________________
“Aku pikir ini memang masalah sulit...masalah saudara kembar ini...”
Esoknya kuceritakan semua yang terjadi pada Sunohara, dan begitulah tanggapannya.
“Jadi, apa yang akan kamu lakukan...?”
“Kalau aku jadi kamu ?...Memacari kedua-duanya...ga usah diragukan lagi !”
“Apa aku boleh memukulmu sampai kamu tidak lagi bisa bergerak ?”
“Maaf...aku bercanda...karena sebenarnya masalah ini benar-benar merepotkan”
“Inilah yang harus kuhadapi...”
“Kamu benar...kalau kamu memilih menjauh dari mereka...itu adalah jalan keluar seorang pecundang”
Apa ? oh iya...
dan Sunohara melanjutkan kalimatnya
“Kamu mencoba supaya tidak terluka..bukan ? Tapi kalau sudah sejauh ini,.. kamu harus melukai salah satu...”
.....
“Semakin lama kamu menunda untuk memutuskan, semakin dalam luka yang akan timbul...untuk kalian bertiga”
“Ya..”
Aku benar-benar tidak bisa menyangkalnya. Aku harus segera memutuskan, aku harus jujur...bahwa aku harus menerima rasa hati satu dari mereka, dan merelakan satu hati lain yang harus terluka. Apakah Ryou pacarku sekarang ? Tidak ada yang salah dengan Ryou, ia gadis yang baik, namun hingga kini aku tidak yakin apakah aku mencintainya. Ataukah Kyou teman baikku ? Kemarin ia mengutarakan cintanya padaku...dengan kejadian baru-baru ini apakah aku baru sadar kalau sebenarnya aku memendam perasaan  padanya ? Tapi bagaimana nanti dengan Ryou ?.....
......
...
“Omong-omong Tomoya, bolehkah aku mengatakan satu hal lagi ?”
“hah ?”
“Orang-orang itu iri sama kamu yang punya masalah kayak gini !! diperebutkan dua cewek cantik huh !!...Tapi okelah..saatnya makan...”
_________________________________________________________________________________
____________________
Sepulang sekolah ini aku mengajak Ryou bertemu di kelas, di tempat kami jadian ini. Ryou ternyata sudah menungguku sambil berdiri memandangi rintik air hujan yang kembali turun. Menyadari kehadiranku, ia membalikkan tubuhnya ke arahku.
“Tomoya kun...apa yang ingin kamu bicarakan ?”
.....aku masih belum mampu membuka mulutku....Ryou kembali membalikkan tubuhnya, kali ini membelakangiku
“Sekarang cuma ada kita berdua, ya Tomoya?..Di komik-komik, kalau ada adegan sendirian di kelas sepulang sekolah, biasanya akan ada adegan berciuman, kan ?”
“Fujibayashi !”
“Mengapa kamu kembali memanggilku menggunakan nama margaku?”
Ah..sial , aku tidak menyadarinya. Tanpa sadar aku kembali pada kebiasaan lamaku. Mulutku kembali terkunci, dan justru Ryou si pemalu yang berkata-kata
“Aku selalu ingin mengalahkan kakak, aku ga mau kalah sama dia”
....
“Aku tahu... siapa orang yang selalu diperhatikannya,.. namun meski aku tahu perasaannya,.. aku tetap minta nasihat padanya”
.....
“Kubilang padanya .... aku ingin bisa lebih dekat dengan Tomoya”
...
“Kakak terkejut mendengarnya,. namun kemudian ia tersenyum”
..
“Dia bilang, serahkan padaku....Aku tahu dia akan bilang begitu...aku tahu kalau aku jahat”
..
“Meski begitu..meski begitu...aku ingin berada di dekatmu...”
Seketika Ryou membalikkan badannya ke arahku, kulihat matanya sudah berair.
“Tidakkah aku bisa menggantikan kakak ?.. Aku akan menjadi lebih terbuka seperti kakak, rambutku akan kupanjangkan, aku juga akan belajar masak, aku akan menjadi gadis idamanmu”
“Tidak,..aku ga ingin kamu melakukan hal seperti itu...”
“Aku cuma ingin dekat denganmu...”
“Aku...”
..
Ryou melangkahkan kakinya ke arahku, derapan langkahnya makin kencang, sampai di depanku ia berjinjit dan...
..
ia mendaratkan ciuman tepat di bibirku....dalam kesunyian..
..
Untuk sesaat tubuhku seolah tak kuasa bergerak...
Ryou melepaskan dirinya dariku...kemudian berlari meninggalkan kelas tanpa berkata apapun...
...
Sial ! Kutendang bangku di dekatku...laki-laki macam apa aku ini ? aku mengajaknya bertemu untuk mengajak bicara... mengakhiri masalah ini..tapi mengapa justru Ryou yang banyak berkata-kata dan sampai akhirnya mencuri ciuman dariku dan pergi begitu saja ? Mengapa aku tak mampu mengatakan hal ini kepadanya ? Mengapa aku justru kalah dengan Ryou ? Sungguh aku kesal dengan diriku yang tidak berdaya
_____________________________________________________________________________________________________
“Oke soal selanjutnya...Fujibayashi...ah, dia ga masuk..kalau gitu Suzuki..”
Ya..keesokan harinya Ryou tidak masuk sekolah, dan kulihat bangkunya memang kosong...seketika aku kembali menjadi sangat kesal
_____________________________________________________________________________________________________
Sepulang sekolah ini cuaca hujan..dan meski orang lain sudah meninggalkan kelas, aku belum beranjak sama sekali meninggalkan bangkuku.
“Kamu ga pulang?”
Sunohara bertanya begitu padaku. Kali ini aku tidak menanggapinya sama sekali. Sunohara menghela nafasnya kemudian pergi meninggalkanku...
Beberapa saat kemudian, aku tahu ada seseorang yang sudah berdiri tidak jauh dariku...
 “Hari-hari yang kuhabiskan bersamamu sangatlah menyenangkan...aku menyadari untuk pertama kalinya bahwa perasaan ketika dibutuhkan  orang lain itu sangat menyenangkan”
...
“kupikir dengan seperti ini hubungan kita akan lancar saja..”
Aku menoleh ke sosok gadis berambut pendek yang sedang berdiri tertunduk itu,,
“Tapi itu memang ga bisa ...”
Kali ini aku berdiri..
“Aku cuma jadi penjahat,.. kala aku bersamamu, sesungguhnya aku sedang memandang orang lain. Selama itu hal ini kusimpan sendiri bahkan setelah aku menyadarinya..aku cuma memanfaatkan keramahanmu..”
“Aku...orang yang aku suka sebenarnya adalah...”
....
..
“ kakakmu.....maafkan aku”
Aku merasa menanggung dosa yang amat besar hingga aku tidak mampu untuk menatapnya
....
..
“Tomoya...”
“eh?”
Suaranya bukan suara Ryou...gadis itu berlari ke arahku dan menubrukkan kepalanya ke dadaku, ia mengangkat mukanya ke arahku, kulihat ia sudah menangis. Tatapan mata ini...
“Kyou...? Mengapa ? Rambutmu ...”
Kyou sedikit menjauh namun kami masih saling memegang lengan satu sama lain, sambil menangis ia berkata..kali ini Kyou benar-benar menumpahkan perasaannya,,
“Dia marah padaku..Ryou bilang padaku untuk jangan melarikan diri...”
“ Aku ga keberatan dengan keadaan yang seperti ini...aku ga mau memilihmu kalau itu berarti harus melukai Ryou...”
Hujan di luar bertambah deras,,..Kyou masih melanjutkan kata-katanya
“Tapi dia bilang begini...”
“itu ga mungkin kak..itu sudah terlanjur...kalau kakak benar-benar mencintai Tomoya, kakak sudah ga bisa lari lagi..ga ada pilihan lain selain kita sama-sama terluka..karena kita sama-sama mencintai orang yang sama...”
“Pasti... sekarang Ryou sedang menangis”
Kyou melepaskan tangannya dariku..
“sungguh, kami berdua memang sangat terlambat...sadar, tapi bertingkah seolah tidak menyadari, meski berhadapan satu dengan yang lain..”
“Tapi ..sekarang adalah saat terakhir kita terluka”
“Dia,aku dan juga kamu”
Aku cuma bisa mengangguk,..“ya”
“Aku suka kamu, Tomoya,.. selalu ..selalu sayang kamu..”
_____________________________________________________________________________________________________
“Tolong jangan minta maaf Tomoya”
“Tapi Ryou...”
“Kalau kamu minta maaf dan aku menerima permohonan maafmu, rasanya semua ini adalah hanya sebuah candaan ”
“Aku ingin menjadikan saat-saat bersamamu sebagai kenangan berharga,,saat senang...saat sedih...semuanya,.. jadi tolong,,jangan minta maaf”
“Baiklah..terima kasih”
_____________________________________________________________________________________________________
“Besok kita mau ke mana Kyou, katanya kita mau jalan-jalan ?”
“Maaf ya, tolong batalin...Ryou mengajakku pergi belanja, jadi aku ga bisa”
“Yah..mau gimana lagi”
“Yup..kamu ga bisa apa-apa kalo gini”
Kyou tersenyum padaku,..yah setidaknya hari ini aku masih bisa pulang sekolah bersamanya..
 “Akhir-akhir ini panas sekali...”
“Betul...”
“Hei Tomoya...apakah aku benar-benar pilihan yang tepat ?”
“Hah?”
“Apa kamu yakin kamu ga berpikir bahwa semua lebih enak kalau sama Ryou daripada aku?”
“Hei..aku marah lo..”
“Ya..marahlah..dengan demikian aku bisa tenang”
“Kelihatannya kamu ada yang salah...”
“Kalau begitu...langsung saja !”
Kyou mendadak mendekatkan tubuhnya padaku...dan mencium bibirku...
“H-hei kamu !!”
Kyou terkekeh sendiri..kemudian ia meraih lenganku kemudian menyandarkan kepalanya di bahuku..
“Tomoya..aku sayang kamu...”
Yah..inilah kekasihku sekarang, Kyou Fujibayashi. Kali ini benar-benar orang yang kucintai.
“Musim panas akan segera datang yah..”

“Ya...”

[CERPEN] Clannad Another World : Tomoyo Chapter Part 2 END

By : saintzera
“Kita putus saja”
Aku sudah mengatakannya

Tomoyo terperangah, ia mengarahkan wajahnya kepadaku. Aku tak mampu menatapnya, aku mengalihkan pandanganku
“Akan lebih baik kalau kita putus saja”
“Aku sudah bilang, jangan bercanda seperti itu”
“Kamu memiliki tujuan,” aku segera menyela kalimatnya,” tapi, kalau kamu tetap bersamaku, mungkin kamu tidak akan mencapainya”
Kami hening sejenak, Tomoyo tertunduk, aku mulai memberanikan diri menatapnya
“Oke ? Jadi..”
“Ga....aku ga mau !!”
“Tomo—“
“Aku ga mau !!”
Tomoyo setengah berteriak
......
“Ada apa sih?”
“Sudah ga usah dilihat”
......
Aku mendengar percakapan orang  lewat, bukan hal yang aneh..kulihat Tomoyo berdiri dan berbalik menghadapku
“Kalau aku pergi, kamu akan menemui masalah..tanpa aku, siapa yang akan membangunkanmu pagi-pagi? Siapa yang akan menyediakan makan siangmu ? Bagaimana dengan belajar untuk ujianmu ? lalu..lalu..”
 kulihat Tomoyo  mulai berkaca-kaca
“Jangan kuatir..aku akan mengaturnya walau tanpa kamu”
“Tapi...tapi....”
“Kalau aku terus bersamamu, pada akhirnya aku akan selalu bergantung padamu dalam semua hal, aku juga tidak ingin begitu caranya..”
“Aku cinta kamu...aku ingin bersama denganmu...” Tomoyo mulai mengeluarkan air matanya
“Tomoyo...perasaanku padamu bukanlah perasaan cinta. Aku adalah orang yang sangat egois. Tomoyo, jawablah harapan orang-orang padamu, sehingga suatu hari nanti aku bisa mengingatmu kemudian berkata, wow, kekasihku dulu adalah orang yang begitu hebat. Aku mohon, Tomoyo”
......
“Aku mengerti”
 setelah hening sejenak Tomoyo akhirnya menanggapi, aku tidak lagi melihat air matanya, namun kulihat sorot matanya hampa,
 “Aku janji padamu,.. jadi,..terima kasih telah mau berpacaran dengan perempuan seperti aku, jaga dirimu baik-baik”
“Ya”
Tomoyo mengambil tasnya, dan Ia pun pergi...
Sementara aku..aku belum bisa beranjak dari bangku taman dan cuma bisa meremas es krimku, kutundukkan kepalaku sembari terisak , awan mendung di hatiku telah menumpahkan air hujannya......cih, mengapa aku menjadi seperti ini ? Bukankah yang barusan kulakukan adalah demi kebaikan Tomoyo ? Bukankah aku melakukan ini karena aku sayang kepadanya ? Namun kenapa saat ini...kenapa saat ini hal-hal tersebut tidak menghibur kesedihanku....

_________________________________________________________________________________

“haaah ? kupikir jalan kalian akan lurus lurus saja sampai kalian menikah”
Begitulah tanggapan Sunohara saat kuceritakan kisahku di kamar asramanya
“Ga semudah itu...”
“Ga juga,.. Kalau ia dipaksa memilih, aku pikir dia akan lebih memilihmu dibandingkan dengan OSIS”
“Ga begitu juga..”
“Tapi, dengan perginya Tomoyo, tidakkah kamu akan kembali menjadi dirimu yang dulu sebelum bertemu dengannya ?”
Kali ini aku hanya bisa tersenyum menanggapi Sunohara
_________________________________________________________________________________

Aku tidak lagi dibangunkan oleh Tomoyo di pagi hari setelah kami putus, namun aku ternyata mampu untuk bangun sendiri, aku menghadiri seluruh jam pelajaran meski aku belum mampu untuk sepenuhnya berkonsentrasi pada pelajaran, aku mengerjakan soal-soal latihan di sekolah, aku mengerjakan PR di rumah, meski sempat tertidur di tengah jalan, dan besoknya dikumpulkan.Ya,  aku berusaha agar hidupku berubah menjadi hidup seorang pelajar pada umumnya, menjadi lebih rajin tidak seperti dulu
Bagaimana dengan Tomoyo ? Mungkin sebagian dari kalian mulai mempertanyakan kabarnya, kalau kalian bertanya padaku akupun tidak seberapa tahu, terkadang kami berpapasan di koridor, namun kami saling melewati tanpa saling menyapa, seolah kami tidak pernah mengenal satu sama lain, ya seperti itulah kami..walaupun aku tidak bisa menyangkal, hatiku sedih bila bertemu dengannya
_________________________________________________________________________________

“Kamu sudah dengar ? Tomoyo mendapat ranking 4 dalam ranking ujian nasional !!”
“Ia juga diberi penghargaan karena ia begitu aktif menjadi sukarelawan kemarin”
“Aku bahkan mendengar bahwa ia mendapat tawaran untuk belajar di luar negeri dalam program pertukaran pelajar”
Begitulah kira-kira pembicaraan mengenai Tomoyo hari-hari ini, pembicaraan yang kudengar secara kebetulan ketika melewati gerombolan murid sekolah dan sudah lebih dari sebulan sejak aku putus dengannya. Tomoyo nampaknya benar-benar menepati janjinya padaku pada hari itu. Haha..setelah aku pikir-pikir, bukan hal yang aneh untuk gadis seperti Tomoyo, memang sudah seharusnya ia begitu.
_________________________________________________________________________________ 

“Aku benar-benar akan menontonnya lho”
Sunohara bermaksud untuk menonton sebuah kaset rekaman video ketika aku sedang berkunjung ke kamar asramanya
“Lakukan saja apa yang kamu suka..”
“Kupikir kamu ga mau lihat ini soalnya.. .Yakin gapapa ?”
“Sudah tonton saja..”
Aku berusaha terlihat cuek sembari sedikit mengguratkan senyum
“Oke...”
Dan Sunohara pun mulai menyetel video tersebut...dan terdengarlah suara dari video yang diputar Sunohara
“I fight the bullet in order to prevent the loneliness, if you hadn’t known the law of the sakura trees......”
“Bahasa apa ini ?” Sunohara bertanya padaku
“Sepertinya ia sedang berbicara mengenai pohon sakura,” jawabku
Mungkin kamu telah menebaknya, ya..ini adalah video mengenai Tomoyo, dalam video yang  terpampang di layar, tampak Tomoyo sedang berpidato dalam bahasa Inggris di sebuah ruang pertemuan yang besar...
_________________________________________________________________________________

Dan keesokan harinya foto Tomoyo terpampang sebagai headline sebuah koran lokal
“Foto ini sama dengan yang kita lihat di video kemarin”
 begitu komentar Sunohara yang memberitahukan kabar ini padaku yang sedang duduk santai di bangku halaman sekolah
“Ya...”
“Kita dulu dekat dengan seseorang yang begitu hebat, yah?”
Aku hanya bisa menu jukkan senyum simpulku padanya
“Hey..”
Sunohara berkata demikian, ketika aku menoleh ke arahnya, jarinya telah menunjuk ke atas, begitu ku mengikuti arah jarinya yang ternyata menuju jendela lantai 2 gedung sekolah, aku melihat Tomoyo dan rekan OSIS nya terlihat sedang berbicara dengan seorang alumni
“Sepertinya dia sedang sibuk”
“Ya...”
Begitulah lagi jawab singkatku, terkadang aku merasa tidak enak hati menanggapi perkataannya dengan begitu singkat padahal ia telah banyak bicara, walaupun ia memang cerewet, tapi setidaknya memang aku memang tidak biasanya begini diam..apakah karena topik yang ia bicarakan adalah mengenai Tomoyo ? Apakah aku memang belum bisa melupakannya setelah berbulan-bulan putus ? Aku tidak mengerti..
_________________________________________________________________________________

“Hahahaha..apaan rambutmu itu ?,”Aku tertawa di kamar asramanya melihat rambut Sunohara yang ia cat hitam seperti semula, nampaknya aku sudah terlalu terbiasa melihat rambut bercat pirangnya
“Ga usah ketawa..aku sudah merasa cukup aneh melihat bayanganku di cermin !! Dan lagi aku memang tidak punya pilihan, aku ga bisa pergi wawancara kerja dengan berambut pirang begini”
_________________________________________________________________________________

“Mungkin hasil nilai mu tidaklah terlalu bagus, namun jangan menyerah, pada akhirnya kamu akan menemukan pekerjaan yang membuatmu nyaman”
Di kesempatan lain, itulah yang wali kelas ucapkan padaku saat perwalian. Ya mungkin sudah bisa ditebak, aku, begitu pula Sunohara telah menginjak akhir tahun pelajaran, akan segera lulus dan meninggalkan bangku sekolah. Aku dan Sunohara tidak melanjutkan ke bangku kuliah, namun langsung mencari pekerjaan. Pada akhirnya, tempatku diterima bekerja  masih berada di kota yang sama, di kota yang penuh dengan kenangan buruk ini.
_________________________________________________________________________________

Kemudian tibalah hari upacara kelulusan,..setelah upacara kelulusan selesai..
“Kamu yakin mau langsung pulang ? masih ada pesta lho setelah ini” Sunohara bertanya padaku di pintu sekolah
“Aku ga punya alasan untuk ikut, sampai jumpa nanti di kamarmu.”
“Oke..”
Akhir  tahun ajaran yang terletak di bulan Desember menjadikannya bukan hal yang aneh apabila pada saat itu hampir seluruh kota diselimuti dengan salju, begitu pula hari ini, seluruh kota telah diselimuti dengan salju. Saat ini salju juga sedang turun perlahan-lahan, sementara aku sedang berjalan kaki sendirian menuruni jalan bukit yang sepi yang menghubungkan sekolah dengan kota yang terletak di bawah bukit, jalan yang berada di tengah deretan pohon sakura yang Tomoyo, mantan kekasihku dulu, ingin lindungi. Melihat pohon sakura yang tidak sedang menunjukkan keindahannya pada musim dingin di kiri kananku sekarang ini nampaknya berarti  usaha Tomoyo telah berhasil.
Tomoyo yah ? Tomoyo...mengapa sampai sekarang aku masih belum bisa melupakan gadis itu, mengapa aku dengan mudahnya mengkorelasikan pohon sakura yang kulihat dengan bayangan dirinya ? Aku tahu hidupku secara keseluruhan sejauh ini tidaklah sebaik, senyaman, secemerlang, atau sebahagia orang lain, namun sejauh itu pula aku tidak pernah merasa bermasalah dengan hidupku. Namun hari ini aku hanya merasa begitu sedih dengan diriku, kesedihan ini tidak mungkin disebabkan oleh aktivitas sehari-hariku, aku merasa tidak ada yang salah dengan itu.
Aku sedih memikirkan Tomoyo, sudah berbulan-bulan semenjak aku putus dengannya, namun aku tidak bisa melupakannya. Aku tidak tahu mengapa , namun memang itu kenyataanya, aku sedih memikirkan dia. Memang ia tidak memiliki pacar baru semenjak ia putus denganku, kemungkinan karena ia benar-benar sedang fokus mengejar tujuannya. Namun tidak lama lagi pun ia akan terbebas dari jabatannya dari ketua OSIS, bukan hal sulit baginya untuk menemukan pacar baru. Tidak cuma itu yang mengganggu pikiranku, pada titik ini, aku mulai mempertanyakan keputusanku hari itu, hari di mana aku memutuskan hubunganku dengannya.
Apakah keputusanku saat itu merupakan keputusan yang tepat ? Memang saat ini tujuanku memutuskannya bisa dibilang tercapai, namun..melihat prestasinya saat ini, apakah aku saat itu meragukan kemampuannya ? Maksudku, tanpa harus putus denganku pun mungkin ia masih bisa mencapai tujuannya dan mungkin aku bisa serajin ini bukankah ia juga begitu sedih saat aku memutuskannya ?. Namun itu juga tidak menyelesaikan masalah apabila saat itu aku tidak putus dengan Tomoyo, bukankah pada akhirnya orang secemerlang Tomoyo tidak mungkin akan tinggal di kota kecil ini setelah ia lulus tahun depan ? Setidaknya ia pasti ia akan melanjutkan kuliah di kota besar, meraih sesuatu yang lebih besar daripada pencapaian seorang pemuda yang mungkin akan terjebak seumur hidupnya di sebuah kota kecil. Cepat atau lambat aku dan Tomoyo pasti akan putus karena dunia kami begitu berbeda, mungkin tepat juga aku memutuskan nya saat itu, saat itu aku masih memiliki muka padanya, dibandingkan misal kami putus begitu ia lulus, saat itu aku pasti sudah kehilangan muka..haha, aku begitu bodoh masih memikirkan hal-hal seperti itu, bahkan di hari kelulusanku ini. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri sampai aku tidak menyadari kehadiran sesosok wanita yang tanpa kusadari telah berdiri di hadapanku.
_________________________________________________________________________________

Rambut itu, wajah itu...sangatlah tidak asing buatku. Tomoyo Sakagami telah berdiri di hadapanku sekarang.
Tomoyo memulai pembicaraan denganku
“Kamu sehat-sehat saja?”
“Ya..ada apa ?”
“Aku telah menunggumu, aku ingin memberitahumu”
“Memberitahu apa ?”
“Pohon sakura disini akhirnya tidak akan jadi ditebang. Sudah diputuskan demikian.”
“Jadi begitu..”
“Sudah lama aku berjuang mencapai tujuan yang tak bisa kulepas begitu saja, sekarang tujuanku telah menjadi kenyataan.”
“Ya, kamu telah membuat mimpimu menjadi kenyataan.”
“Tapi, aku berkorban besar untuk itu, mengorbankan waktu berbulan bulan yang harusnya dapat kuhabiskan dengan orang yang kusayang.”
Hening sejenak, Tomoyo melanjutkan kalimatnya
“Aku mencintaimu..bahkan sekarang, aku mencintaimu lebih dari sebelumnya.”
“Haha..bukankah selama ini kita sudah tidak pernah bicara ?
“Kamu benar, tapi aku memperhatikanmu,.. selalu memperhatikanmu selama ini. Aku tahu bahwa tanpa aku, kamu bisa baik baik saja. Kamu mengikuti pelajaran dan sudah tidak terlambat datang ke sekolah. Kamu bekerja keras, sedikit demi sedikit, setiap hari”
“Ya, meski aku tetap tidak bisa membuat bento sendiri. Aku juga cukup berusaha keras mencari pekerjaan, rekomendasi sekolah untukku memang buruk, sehingga aku ditolak bekerja di banyak tempat. Namun pada akhirnya aku menemukan pekerjaan. Di sebuah toko kecil, toko daur ulang barang bekas. Tokonya dekat, masih berada di kota ini, transportasinya mudah”
“Cuma itu yang bisa kuceritakan padamu Tomoyo....Hei, apa sebenarnya yang kubicarakan padamu ? Sebenarnya bagaimana biasanya aku mengobrol denganmu ? Bagaimana biasanya aku tertawa denganmu?”
Kulanjutkan kalimatku...
“ Namun kamu dan aku tidak sejalan,.. kamu juga akan lulus tahun depan, aku yakin kamu akan meninggalkan kota ini dan pergi jauh...karena kamu memang bisa pergi lebih jauh dari aku. Namun aku memang tidak bisa,..aku terkurung di kota ini, selamanya di sini. Seperti itulah orang seperti aku”
“Kalau begitu...”Tomoyo berkata,
“Aku akan mengikutimu...ke mana pun kamu pergi..”
Aku terkejut...”Kenapa, Tomoyo ?” nada bicaraku mulai meninggi,
”Kamu bisa pergi ke tempat yang lebih baik, tidakkah kamu mengerti itu ? Bukankah dulu aku juga sudah bilang padamu ? Kamu bisa masuk universitas yang bagus, bertemu dengan banyak orang, membangun impian demi impian kemudian mewujudkannya..”
Tanpa kusadari aku telah berteriak padanya..
“KAMU PUNYA TEMPAT YANG LEBIH TINGGI TOMOYO !!  TEMPAT YANG  JAUH ...!!    AMAT JAUH LEBIH TINGGI DARIPADA BERADA DI SAMPINGKU !!! KAMU BISA MERAIH APAPUN !!! RAIHLAH APAPUN YANG ADA DI LUAR SANA, KAMU GA AKAN MENCAPAINYA BILA BERSAMAKU... AKU BUKAN ORANG YANG LAYAK BUATMU !!”
Tanpa keraguan Tomoyo menyela,”Jangan terlalu merendahkan dirimu, inilah pilihanku...”
“ Daripada tempat yang tinggi yang tersusun oleh nilai ujian atau rekomendasi guru ataupun sederetan prestasi, uang bahkan kekuasaan ..ada tempat yang lebih baik dan lebih dekat di sini,, yang lebih nyaman..dan lebih hangat buatku, yaitu di sampingmu, bersama orang yang kucintai..oleh karena itu.. ”
Dengan mantap Tomoyo berkata..
“Aku akan ikut bersama Tomoya !!!.., ke manapun ia pergi ... dengan segenap hatiku !!!”
Aku terkejut..sekarang awan mendung di hatiku telah tersibak..mengizinkan sang mentari memancarkan sinar cerahnya...
“Hahaha...” Aku sedikit terkekeh,”Kalau sudah begini, sekarang aku tidak tahu siapa di sini yang lebih tua”
...
“Aku juga pergi, Tomoyo..mungkin memang sedikit terlambat, namun aku juga akan pergi... kemanapun juga kamu pergi”
......
.....
Kulihat Tomoyo mulai terisak,,
”Tomoya...Tomoya !!”
“Ada apa ? Ada apa Tomoyo ??”
Aku tidak tahan lagi, aku memeluk Tomoyo yang sedang menangis, dan tanpa kusadari aku juga mulai berkaca-kaca...
“ Ada apa Tomoyo ? Jangan menangis..jangan menangis ...Tomoyo...”
..............
.........
....

[REVIEW] Teenlit - Lovasket , I can't deny that it is good

By : saintzera


Saya tidak percaya saya menghabiskan baca novel teenlit 300-an halaman dalam kurang dari sehari. Karena sesungguhnya meskipun saya suka baca walau tidak sedemikian intens, meski semua saya santap selama saya rasa itu menarik, jam baca saya untuk teenlit tergolong sangat minim. Terakhir baca teenlit mungkin paling gede pas SMP, itu aja (pasti) pinjem :p. Ternyata saya masih bisa betah baca teenlit :o

Judulnya adalah Lovasket (pasti asalnya dari Love dan Basket :p). Membaca judul ini memang merupakan wishlist lama saya yang terlupakan. Beberapa tahu  yang lalu saya sempat ingin membaca novel Indonesia yang pengarangnya cowok tapi tokoh utamanya dalam cerita adalah cewek dan novelnya harus cukup booming. Kenapa saya bisa pengen itu ? Sesungguhnya saya agak sedikit lupa detilnya kenapa, cuma ya saya ingin tahu apakah seorang cowok itu bisa mengalirkan cerita dari sudut pandang seorang cewek, dalam cerita yang runtut dan ga usah terlalu berat, dan itulah kenapa wujudnya harus berupa novel, di mana ceritanya harusnya mengalir dengan detil dan sang pengarang sangat dituntut agar bisa menstimulasi imajinasi pembacanya. Kenapa Indonesia ? Karena saya percaya pasti ada yang bisa mengarang dengan baik di Indonesia, dan melihat setting apa sih di Indonesia yang menarik disorot sang pengarang, dan karena kalau settingnya Jepang saya justru sudah lebih akrab haha. Kenapa saya pengen lihat bagaimana seorang cowok menceritakan seorang cewek ? alasan yang pertama biar saya bisa jadi orang yang lebih empatik, yang kedua sekalian belajar menulis :p.

Nah, berhubung saya tidak tahu apa persisnya buku yang memenuhi kriteria, saya pun menulis status Facebook yang isinya meminta rekomendasi. Tak disangka ada seorang kakak kenalan FB yang merekomendasikan judul tersebut. Namun demikian, waktu itu hanya sampai sejauh itu karena ya saya ternyata tidak segitu niatnya untuk kemudian mencari bukunya. Lompat ke masa kini, pada suatu hari yang suntuk, saya pergi ke sendiri ke salah satu toko buku terkemuka di kota untuk menghabiskan uang gajian mencari buku yang sekiranya menarik untuk dijadikan alas tidur ... tentu tidak,, tentunya untuk dibaca. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata toko buku tersebut sedang mengadakan book fair dan hari itu hari terakhir ! Meskipun saya agak skeptis karena biasanya book fair begini tidak sesuai harapan saya singkat cerita saya tetap berkunjung ke sana setelah membeli LN (Light Novel) 5 centimetres per second dia area penjualan reguler, huehehehe

Setibanya di book fair, ternyata banyak buku yang dijual dengan HARGA PUKUL RATA !! YEEEEAAAHH !! Saya pikir modelnya cuma diskon-diskon yang ga worth it, tapi ternyata ada buku yang 10 ribuan, 20 ribuan, 30 ribuan dst. Walhasil saya pun langsung gelap mata dan menelusuri tiap-tiap judul buku apapun yang masih tersisa di sana. Selidik punya selidik ... mata saya menangkap stimulasi menarik di suatu sudut, yaitu NOVEL LOVASKET dengan harga SEPULUH RIBU RUPIAH ulululululu puja kerang ajaib GPL langsung bawa ke kasir bersama buku-buku lain.

Setelah dibelipun ya saya masih cukup mager bacanya, dan tentu saja novel 5 centimetres per second masih lebih menarik buat saya. Selesai membaca novel yang menghabiskan hati dan perasaan itu, setelah sukses (?) move on barulah saya menyentuh Lovasket. Maaf ya pembaca prolognya kepanjangan hehehe~ don’t worry saya ndak akan major spoiler

Pertama kali membuka bukunya (dengan sedikit merasa ketuaan) saya menuju halaman ISBN nya terlebih dahulu (kebanyakan nulis skripsi huhu). Saya terkejut novel teenlit ternyata bisa juga sampai ke cetakan kesepuluh dari tahun 2007 sampai 2014. “Gile ini novel laku juga, mempertimbangkan jangka waktu tujuh tahun itu kan tren dan teknologi sudah cukup jauh bergeser” batin saya. Lanjut ke isinya, Lovasket diawali dengan perkenalan yang benar-benar klise, Vira cewek SMA cantik kaya raya songong suka clubbing anak basket nan berprestasi punya geng juga punya cowok yang ga kalah borju yah pokoknya itu, bikin saya mager lanjutin baca untuk beberapa hari.

Dengan semangat anti mager demi personal research saya pun lanjut mbaca. Ternyata setelah ceritanya masuk ke main plot atau arc utama, setelah sang protagonist (tokoh utama) mengalami kejatuhan dalam hidupnya, di mana Vira harus keluar dari sekolahnya, cerita mulai menarik diikuti. Ya sebenarnya sampai di sini masih cukup klise sih. Yang bener-bener noticeable buat saya adalah dengan terang-terangan diperkenalkannya cewek (sebut saja Niken) yang ke belakangnya diplot seolah menjadi “tokoh utama kedua” setelah masuk main arc.

Dan benar dugaan saya, Vira benar-benar “berbagi peran” dengan Niken. Buat saya kerasa banget kalau Vira diplot agak bergeser sebagai si “cowok” dan Niken sebagai si “cewek” di cerita-cerita bertema sport atau petualangan. Secara umum, Vira bertugas sebagaimana tokoh utama “cowok” pada umumnya, menjadi pahlawan, bertengkar, pengambil inisiatif, pemecah masalah dll dengan overall attitude yang calm dan composed sehingga bagi saya terlihat cukup macho untuk ukuran cewek. Sedangkan Niken mengambil peran sebagai “cewek” yang lebih banyak diceritakan melancholy nya, susah-payahnya, galau-galaunya, pihak yang digodain, ditolong dan seterusnya. Sekalipun demikian, karakternya tetap tidak dibuat ekstrim, protagonistnya masih berasa sisi ceweknya dan si Niken juga bukan karakter yang sedemikian feminimnya sehingga hal ini menjadi nilai plus besar bagi novel ini menurut saya yang penggemar slice of life.

Di sisi lain, sekalipun judulnya Lovasket atau mungkin Love dan Basket, novel ini jauh lebih kuat sisi basketnya daripada cinta-cintaannya, karena ceritanya benar-benar berputar di dunia basket, tanpa basket novel ini ga ada ceritanya, tapi tanpa cinta-cintaan novel ini akan tetap jalan. Jadi kalau saya boleh ngurutin genre, maka urutannya dari yang paling atas adalah sport, slice of life, friendship (kalau ada genre ini lol) baru romance. Kisah seputar basket nya diceritakan dengan cukup detil namun tetap simpel, bahkan ketika sedang saatnya pertandingan, saya merasa sedang menonton anime basket seperti Slam Dunk atau Kuroko no Basuke karena tidak hanya alur pertandingannya yang dibahas, ada pula percakapan-percakapan di pinggir lapangan yang hadir secara simultan sehingga ikut menyemarakkan tensi pertandingan. Dan untuk romance nya, bagusnya adalah ga maksa, baru akan diceritakan kalau memang perlu.

Dari sisi character development saya bilang cukup apik baik untuk karakter protagonist maupun antagonist. Tidak ada character yang belum apa-apa tiba-tiba begini atau tiba-tiba begitu, cukup smooth lah. Konflik yang dibangun mengalir dengan enak, dan tidak belibet antara konflik yang “jangka panjang” atau “jangka pendek”. Beberapa plot twist tak lupa dihadirkan yang cukup mengejutkan saya yang menetapkan standar “yah kira-kira paling ceritanya akan segini”. Bicara jujur, pengembangan cerita memang masih sangat terbuka, namun saya pikir sang pengarang memang meninggalkan demikian agar ceritanya tidak terlalu berat haha.

Di aspek-aspek lain ceritanya seperti setting, karakter antagonis, karakter sampingan, detil keseluruhan, dll. penilaian saya standar. Standar bukan berarti jelek, setidaknya tidak merusak cerita dan tidak aneh itu sudah bagus.

Overall, saya sebagai seorang cowok doyan juga novel teenlit ini, dengan sedikit nurunin standar umur saya masih kebaca lah ini novel haha. Indeed ini memang novel lama, ceritanya aja lanjut dan tamat di buku ke-enam yang terbit tahun 2014 dan sudah sempat ada FTV nya, tapi yah peduli amat yang penting misi pribadi saya tercapai.Yang saya butuhkan masih satu lagi sih, komentar dari cewek yang membaca Lovasket terhadap novel ini, apakah kamu nyaman dan menyukai tokoh utama novel ini Vira? atau kamu lebih menyukai Niken ? Ada yang bisa bantu saya ?

Apakah saya akan baca nomor-nomor lovasket selanjutnya ? Jeng jeng jeng

Cari di mana dan harga berapa ya ? :v 

[REVIEW] Mau beli barang dari Jepang atau online shop negara-negara lain ? Di sini ada cara mudahnya untuk kamu ;)

By : saintzera
Pernah kepikiran beli barang di luar negeri tapi bingung gimana caranya ?
Situs-situs online begitu memukau tetapi kamu tidak bisa menjangkaunya ?
Ga punya kartu kredit ? Ga punya paypa* ?
Bukan masalah lagi karena sutocorp jawabannya, kamu bisa membaca detailnya di situs http://www.sutocorp.co.id/
Gampangnya ... kamu cukup browsing barang apa yang ingin kamu beli, kirim link ke mereka, mereka akan hitung biaya yang harus kamu bayar, kamu bayar dan silahkan duduk tenang di rumah menunggu barang datang. Anyway, mereka lebih terspesialisasi dalam melayani pembelian dari Jepang, cocok banget buat kamu yang penggemar ... yah kamu tau apalah.
Saya pribadi awalnya ingin beli barang dari Jepang tapi saya cuma punya uang dan koneksi internet, walhasil saya pun menghabiskan entah berapa lama survey-survey dunia maya untuk mencari jasa yang membantu beli-beli barang dari Jepang. Setelah beberapa lama survey dan tanya-tanya sebelumnya, akhirnya pilihan saya jatuh pada sutocorp.
Hasilnya saya ketagihan pesan berkali-kali dengan total transaksi hingga delapan digit rupiah, meski baru ke Jepang aja sih. Jadi, kelebihan utama yang saya bisa perhatikan dari sutocorp adalah

1. Terpercaya
Segala macam transaksi online itu jujur saja advantage nya ada di seller karena bagaimanapun buyer atau pengguna jasa harus mengirim uang duluan agar transaksi berlangsung. Oleh karena itu, bagaimana sikap buyer dalam menilai kredibilitas seller menjadi penting.
Jujur saja saya banyak melakukan verifikasi sebisanya terhadap penyedia jasa dan sisanya coba-coba, kalo zonk ya derita saya. Namun demikian tetap saja prinsip high risk high profit berlaku, dan ternyata ... sejauh ini sutocorp menuntaskan semua transaksi tanpa banyak kendala, jadi di rumah saya ga terlalu banyak pusing. Intinya good job lah, meski menurut saya sutocorp sendiri perlu membenahi beberapa hal untuk menarik simpati calon customer baru agar melirik jasa yang ditawarkan. Seperti mengupdate konten di situs dan social media, sehingga informasi yang disajikan tidak terkesan basi hehe.

2. Konsisten
Beranjak dari kepercayaan, hal yang menurut saya sangat penting selanjutnya adalah konsistensi. Apabila proses dapat berjalan konsisten, maka outcome nya dapat dengan mudah diperkirakan untuk kemudian direncanakan lebih jauh dan andai meleset juga gak akan jauh-jauh amat. Jujur saya malas berurusan sama orang/pihak yang tidak bisa memenuhi ekspektasi saya (saya matok ekspektasi kira-kira kok btw), juga kerjaan saya ga sedikit, kalau ada apa-apa belum tentu saya ada waktu dan belum tahu hal apa yang akan saya korbankan untuk mengurusi andai terjadi permasalahan.
Sebisa mungkin saya ga ingin dengar berita di luar ekspektasi macam, ”wah tanggal segini saya liburan ke Timbuktu order nya ga bisa saya layanin dulu ya bos” atau “wah kardus buat ngirim barangnya habis ni bos nunggu stok kardus lagi ya kira-kira seminggu lagi”
Pokoknya yang begitu jangan sampe deh ... jangan sampe ...
Nah kalau sutocorp biarpun kadang berasa kurang komunikatif (karena komunikasi yang nyambung harus via email dan jawabannya diplomatis bukan model online seller “bro” “sis” “gan” :p) namun setidaknya pelayanan secara keseluruhannya konsisten dan bisa diperkirakan, antara lain
a. response time
jangan harap email dibalas dalam satu atau dua jam, tapi setidaknya email SELALU dibalas maksimal dua hari, rata-rata sehari kurang, tetap bagus untuk menghilangkan rasa cemas :v
b. order time
barangnya jarang langsung dipesenin sih, paling lama bisa tiga hari ... tapi paling tidak, tidak akan lupa dipesenin haha
c. delivery time
bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan, sutocorp hanya melayani kiriman via EMS (Express Mail Service), layanan andalan kantor pos di seluruh dunia. EMS punya tracking, barangnya aman di jalan, estimasi kedatangan barangnya akurat (juga cepat ! 1 minggu dari Jepang) dan yang ga kalah penting, jarang ada kasus xD cuma ya harus merogoh kocek lebih, tarifnya di google sendiri gampang kok ^_^
kalau waktu packing dari sutocorp nya sendiri sih butuh beberapa hari, secara juga saya mesan dari banyak tempat trus digabung jadi satu baru dikirim ke Indo (ini fitur enak banget lho btw)
d. packing
Packingnya cukup baik kok, apalagi saya pesan dari berbagai situs yang packing dari tiap situsnya kan beda-beda. Ternyata mereka digabungkan jadi satu dalam satu kardus tidak pernah bermasalah. I'm satisfied enough :)

3. Jujur
Saya pesan dari situs moonrune alias bahasa bulan, saya ga bisa baca. Tentunya setiap situs punya aturan sendiri mengenai bagaimana dia akan mengirimkan barangnya, berapa ongkos kirimnya misal.
Nah meski saya bisa baca tetap saya harus berusaha baca agar tidak dibodohi, nah ternyata harga yang dibebankan sutocorp baik biaya kirim ke rumah di Jepang maupun biaya kirim SESUAI dengan yang seharusnya, saya sudah nimbang berat kardusnya begitu sampai di rumah kok, :D
bahkan saya sempat meminta untuk mengganti jenis kurir lokal Jepang yang digunakan dan sutocorp merespons dengan baik.

4. Murah
Seriously, dfee sutocorp tergolong murah yaitu 8% dari total transaksi menurut kurs BCA. Totally fair enough considering their services, karena layanan mereka tidak dikerjakan oleh sedikit orang.

Kesimpulannya, menimbang segala plus minusnya sutocorp tetap lebih banyak plusnya buat saya dan recommended dalam melayani request-request kamu ;).
Yup mungkin segitu dulu, kalau ada pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut silahkan bisa kamu taruh di kolom komentar, have a nice day :D


[CERPEN] Clannad Another World : Kyou and Ryou Chapter Part 1

By : saintzera

Halo guys ... masih kurang lebih sama dengan cerita Tomoyo Chapter, kali ini saya menuliskan cerita alternatif di mana universe nya masih sama, namun ini adalah cerita di mana sang tokoh utama lebih dekat dengan orang lain. Karena hidup adalah pilihan, namun kamu belum tentu bisa memilih siapa saja orang yang akan kamu temui sepanjang hidupmu.

I hope you enjoy the read ^_^

-------

“A-a-aku suka kamu Okazaki ! Maukah kamu jadi pacarku ?”
Hari ini hujan sedang turun, sudah lama waktu berlalu semenjak jam pulang sekolah. Di ruang kelas yang kosong ini, Ryou Fujibayashi menyatakan cintanya padaku.
“Um...maaf. Kamu akan bingung harus berbuat apa setelah aku berkata begini, kan ? Tapi sakit rasanya apabila tidak mengatakannya...” Ryou merapatkan tangannya di dada sembari merunduk.
Jujur saja aku, Tomoya Okazaki,  memang bingung menghadapi situasi ini. Aku belum begitu mengenal Ryou, aku justru  berteman baik dengan saudara kembarnya yang lebih tua, Kyou, karena ketika kelas 2 SMA kami sekelas. Aku mengenal Ryou dari Kyou karena mereka selalu bersama.
Begitu baru-baru ini naik ke kelas 3, aku tidak lagi sekelas dengan Kyou dan baru pertama kali ini sekelas dengan Ryou.
Tidak sulit membedakan mereka berdua meski mereka kembar identik karena Kyou berambut panjang sementara Ryou berambut pendek sebahu. Namun perbedaannya tidak hanya di situ, Kyou adalah orang yang terbuka, kuat, berani, tangguh bahkan cenderung galak. Terlihat sekali ia selalu ingin melindungi adiknya Ryou yang sejauh kuamati, bertolak belakang dengan kakaknya. Ryou cenderung tertutup, pendiam, pemalu dan sangat kalem dibandingkan kakaknya yang agak ugal-ugalan. Tapi bagaimanapun juga, seperti halnya saudara kembar lainnya, mereka sangat dekat satu sama lain, aku jadi membayangkan kalau-kalau Kyou masih berada di dekat sini menunggui adiknya saat ia sedang menyatakan cintanya.
Tapi tetap saja aku tidak menyangka Ryou yang pendiam ini bisa menyatakan cintanya padaku seperti ini, setauku memang mereka berdua belum punya pacar, hanya saja tak kusangka salah satu dari mereka memendam rasa padaku. Secara fisik Ryou sebenarnya tidak jelek, justru cukup cantik dan manis malah, aku sendiri belum pernah pacaran dan tidak ada gadis yang kusukai,,..
Tapi tetap saja aku belum terlalu kenal dia, aku harus bagaimana ?
“Ah..kamu tahu...”
“Ya ?!”
Ryou memotong ucapanku, sepertinya ia sangat gugup sehingga seolah-olah ia tidak mau melewatkan satu kata pun yang akan keluar dari mulutku.
“Sebelumnya terima kasih Ryou. Tapi kita kan baru akhir-akhir lebih kenal satu sama lain, seperti saat kita makan siang bertiga,, bersama Kyou juga, tapi ..”
“Y-ya..B-benar juga sih...”
“Bukannya aku bilang aku ga suka kamu lho...tapi lebih ke, aku tidak sedang berpikir untuk memulai sebuah relasi denganmu. Tunggu,. mungkin aku kurang sopan”
Pada akhirnya kuputuskan...
“Kalau kamu gapapa, mau mencoba pacaran dulu ?...Toh kita akan lebih mengenal satu sama lain sedikit demi sedikit seiring waktu, kan ? Kupikir tidak ada salahnya juga menghabiskan waktu-waktu ke depannya sebagai pacar, tidak hanya sebagai teman”
Aku memang berpikir begitu, buatku tak ada ruginya akhirnya mempunyai pacar toh sebelumnya juga belum punya. Soal cinta atau tidaknya tidak perlu dipikirkan terlebih dahulu, tidak usah terburu-buru, aku lihat saja dulu ke depannya. Kuharap dengan keputusan ini tidak akan terjadi apa-apa.
Ya ... kuharap begitu.
“J-jadi ...”
Ryou akhirnya mulai berani menatapku
“Kamu pacarku mulai sekarang ... gimana ?”
Tiba-tiba Ryou mulai terisak.
“H-hei...”
“Maaf...aku ga bisa menghentikan air mataku...rasanya seperti sedang mimpi...aku senang sekali...aku ga percaya...”
Sementara itu, di kelas yang lain seorang gadis berambut panjang sedang duduk sendirian sambil memandangi hujan. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya, suara yang sedang gadis itu dengarkan berasal dari suara hujan yang turun ... juga dari dalam hatinya...
_________________________________________________________________________________
“Oh..jadi kamu mau masuk sekolah keperawatan ?
“Y-ya...itu sudah menjadi mimpiku sejak kecil”
“Sementara aku belum memikirkan masa depanku sendiri...”
“K-kupikir kamu ga usah terlalu terburu-buru memikirkannya”
“Harus lah...kalau aku begini-begini saja tanpa melakukan apa-apa, bahkan kamu bakal bosan nanti denganku”
“I-i-itu tidak mungkin !! Apapun yang terjadi aku ga akan pernah bosan sama kamu !”
“Terima kasih ya ... belum pernah ada orang yang bilang begitu padaku. Aku jadi sedikit tersentuh...”
“I-itu bukan apa-apa kok...”
Kira-kira seperti itulah percakapanku sehari-hari dengan Ryou. Kami berpacaran seperti orang lain pada umumnya. Makan siang berdua, pulang bersama, berjanjian bertemu di suatu tempat, tidak ada yang aneh, aku sendiri menikmatinya, namun tetap saja Ryou masih cukup pemalu berhadapan denganku. Dan ya,,kami lebih sering  berdua karena Kyou juga tidak pernah lagi muncul ketika aku bertemu Ryou.
_________________________________________________________________________________
Hari ini ketika sedang berjalan-jalan sendirian aku berjumpa dengan teman baikku yang nampaknya juga sedang pergi sendirian, tanpa ragu aku menyapanya
“OOOOiiii...Kyou !”
Kami berdua akhirnya berjalan bersama sampai kami duduk di bangku taman
“Hari minggu ini kamu ngapain aja ? Harusnya hari ini kamu pergi bersama Ryou !”
“Itu bukan urusanmu bodoh...”
“Benar juga ya...maaf”
“Eh..em..ga usah lah minta maaf gitu...”
Aku cukup terkejut melihat Kyou yang tiba-tiba minta maaf, aku tahu ini bukan kebiasaannya.
“Kamu tahu...Ryou sudah suka kamu sejak kelas 1”
“Benarkah ?”
“Hei..menurutmu hubungan kalian akan terus berjalan baik ?”
“Kupikir iya...dia rajin dan ramah, dan mudah sekali tersipu, jadi aku harus memastikan aku cukup santai dan tenang menghadapinya.”
“Betul betul...tapi itu juga yang membuatnya imut..”
Aku tergelak mendengarnya
“Kenapa ?”
“Ga..aku baru saja berpikir kalau kamu begitu memperhatikan adikmu...”
Kyou terlihat sedikit terkejut, kemudian menjawab dengan sedikit muram sambil mengalihkan pandangannya.
 “Emm..ga begitu juga kok..”
“Ha?”
“Lupakan saja..”
Dan kemudian Kyou melontarkan topik yang tidak kusangka
“Hey...”
“Hm ?”
“Kamu sudah pernah ciuman dengan Ryou ?”
“H-Haa ? Tentu saja belum !”
Kali ini giliran Kyou yang tergelak
“Hahaha..! Ayolah ! Harusnya kamu lebih mengarahkannya...”
“Meski kamu bilang begitu pun ... ini pertama kalinya aku berpacaran”
“Oh...jadi,, kamu mau berlatih ..? Berlatih berciuman ..? Denganku ?”
“Haaah ?”
Aku benar-benar kaget, apa Kyou serius dengan hal ini ?
“Bayangkan saja aku adalah Ryou...toh kita kembar, jadi akan sama saja kan ...? Ya ?”
Kyou mengatakan itu dengan tersenyum...kuanggap ia memang sungguh-sungguh
.....
Aku pun mulai menggeser posisi dudukku, kudekatkan wajahku pada Kyou, mataku mulai kupejamkan..kulihat Kyou juga melakukan hal yang sama dan menyesuaikan posisiku...bibir kami mulai berdekatan dan kami pun...

“Yak !! Cukup sampai di situ !”
Kyou menaruh tangannya di pipiku kemudian menjauhkan wajahku darinya...
“Ini kan cuma latihan ... jadi kita ga bisa benar-benar melakukannya”,tukasnya sambil tersenyum...
“Y-ya..”
Aku bingung
“Jangan-jangan...masa tadi kamu menganggap aku ini serius ?”
“Ya pasti gak lah bodoh ...”
“Yah..dari 1 sampai 10, nilaimu tadi 6”
“Ya...ya...”
Kami pun beranjak dari taman...
“Sampai jumpa” ucap Kyou
“Ya...!”
Hari ini, gadis berambut panjang itu tanpa sengaja bertemu dengan pria yang disukainya ketika ia sedang berjalan-jalan sendirian berusaha mengobati kegamangan hatinya. Ia senang bisa menghabiskan waktu berdua bersamanya, namun selepas berpisah dengannya, kegamangan hatinya justru makin memburuk.
_________________________________________________________________________________
“Di taman itu ...”
“Serius ? Itu Okazaki yang anak bandel itu ?”
“Oh..yang itu...mereka berdua...”
“Dulu mereka sekelas...tapi kelihatannya mereka masih dekat...”
“Ah...dia datang !”
“Jangan keras-keras bodoh !”
“Kok dia melakukannya di tempat seperti itu ? Dia ga malu ?”
“Iya ya...”
Besoknya di sekolah aku mendengar ucapan-ucapan seperti itu..
“Bicara apa sih mereka semua ?” kataku dalam hati
“Pagi, Okazaki ! heheheh...” Begitulah tingkah Youhei Sunohara, satu-satunya teman baikku di kelas yang sudah bersamaku semenjak kelas 1.
“Hah ? Kamu ikut-ikutan juga kayak mereka?”
_________________________________________________________________________________

Ketika istirahat makan siang akhirnya Sunohara menjelaskannya padaku
“Apa ? aku dan Kyou ?”
“Semua orang di sekolah sudah tau...kalau kamu berciuman dengan Kyou kemarin”
“Aduhh..gimana njelasinnya ya..itu ga seperti yang orang pikir...”
“Ga usah pura-pura sama aku..aku tahu pasti ada sesuatu..kelihatannya kamu bersenang-senang”
“Sudah kubilang ga ada apa-apa !! dan lagi aku kan pacaran sama adiknya”
“Haaaa ? Kamu jadian sama Ryou Fujibayashi ? Serius ?”
“Haaah ? Masak kamu segitu kagetnya ?”
“Kalian kan benar-benar bertolak belakang satu sama lain. Di sisi lain, aku malah membayangkan kamu pacaran sama Kyou”
“Jangan suka memutuskan sendiri ah !”
“Hey, apa Fujibayashi (Ryou) tau soal ini ?”
“Mau ga mau kalau dia datang ke sekolah dia akan segera tahu ...”
Seseorang datang menghampiri kami, ternyata Kyou..
“Ah..ternyata kamu di sini”
“Anu...”
Ternyata Kyou tidak menghiraukan ku, ia justru meraih kerah Sunohara...
“Kamu ikut aku sebentar ! Ga akan menghabiskan waktumu lama kok”
Dan Kyou menyeret Sunohara pergi
“Hei aku kan ga ngelakuin apa-apa..hei...” Sunohara mencoba memberontak
“Hey Kyou ! kamu ...”
_________________________________________________________________________________
Lagi-lagi aku diacuhkan Kyou...kulihat makanan Sunohara yang tak sempat ia habiskan, aku pun mencari tempat sampah untuk membuang makanannya. Segera setelah itu Ryou datang menghampiriku, nampaknya ia mencoba mengatakan sesuatu...namun aku sedang tidak sempat mendengarkannya, aku mengebaskan tanganku kemudian pergi meninggalkannya. Aku pergi menelusuri sudut-sudut sekolah, aku ingin mencari ke mana Kyou dan Sunohara pergi.
_________________________________________________________________________________
Sementara itu di suatu sudut sekolah, Sunohara berbicara dengan seorang gadis berambut panjang yang menyeretnya tadi.
“Hey..aku bener-bener ga percaya”
“Kenapa ga ? Apa yang aku omongin itu sedemikian anehnya ?”
“Lebih ke, aku ga merasakan hal-hal semacam itu diantara kita...Bukannya itu tipikal hal-hal yang ga kamu sadari karena kamu terlalu dekat ?”
“Ya..mungkin hal macam gitu....kalau begitu, mau kutunjukkan bukti yang begitu sederhana ?”
Gadis itu berjinjit, melingkarkan tangannya pada leher Sunohara dan mendekatkan bibirnya padanya.
.........
“T-tunggu...!!” Sunohara meraih tangan gadis itu kemudian menjauhkannya dari padanya...
Gadis itu memegangi tangannya, kemudian menunduk dan bersedekap.
“Aneh sekali...kamu yakin kamu suka aku ?”
“Maksudmu apa ?”
“Maaf kalau salah...tapi kamu suka Okazaki, kan ?”
“K-kamu bilang apa coba ? A-aku...”
Meskipun berkata demikian, Kyou justru menunduk dan mukanya memerah
“Ah...”
Sunohara terperangah ketika ia melihat sosok pria teman baiknya yang juga teman Kyou muncul dari balik pilar penyangga dengan muka muram. Kyou yang kemudian menyadari kehadirannya juga tidak kalah terkejutnya.
_________________________________________________________________________________
Kuminta Sunohara menjelaskan apa yang terjadi padanya dengan Kyou...
“Dia mencoba berpacaran denganku untuk mengakhiri gosip  tentang kamu dan dia”
“Ngapain peduli sama gosip ?”
“Kalau ini cuma gosip biasa, kupikir dia ga akan bertindak sejauh ini”
Baiklah ... entah kenapa sekarang aku mulai tidak tenang juga tidak nyaman
_________________________________________________________________________________
“Kamu telat...”
Sepulang sekolah Kyou menjumpaiku...
“Hei...jangan terlalu mikirin apa yang Youhei katakan...Melihat kamu dan Ryou begitu dekat, rasanya aku juga jadi ingin punya pacar”
“Jadi kupikir aku akan memilih Youhei...lalu,,”
“HENTIKAN !”
Kusela pembicaraan Kyou, mendengarnya membuatku sedikit kesal
“Memangnya kamu akan mencari cowok dengan alasan seperti itu ?”
“Itu kan bukan urusanmu...”
Aku menggeram mendengarnya,sial...apa yang Kyou katakan benar, itu bukan urusanku. Kyou kan cuma temanku, tapi mengapa aku merasa tidak suka dengan tindakannya ini ... cih
“Kamu...harusnya mikirin Ryou aja...ya ?” Lagi-lagi Kyou memaksakan senyumannya
“Kamu harusnya jangan membuat pacarmu kuatir ... sampai jumpa !”
Kyou pergi meninggalkanku. Kulihat sesosok bayangan,,ternyata Ryou sudah berdiri tidak jauh dariku dengan muka sedih.
_________________________________________________________________________________
“Jumlahnya 800 yen...”
Di hari libur ini aku dan Ryou pergi berkencan, namun tidak seperti biasanya. Aku lebih banyak termenung, sebagai akibatnya, kebersamaan kami menjadi lebih banyak diisi keheningan, aku juga tidak nafsu memakan crepes yang baru saja kubeli
“Tomoya-kun...Aku mencoba memanggilmu dengan nama pertamamu..apa kamu gapapa ?”
“Tentu saja gapapa..”
“Benarkah ?”
“Ya..Kyou juga selalu memanggilku...”
Ups...lidahku sedikit terpeleset. Kyou dan aku memang sejak sebelumnya lebih dahulu dekat sehingga kami saling menggunakan nama pertama kami untuk saling memanggil, dan namun aku masih memanggil Ryou dengan nama keluarganya, Fujibayashi. Sampai kini kami pacaran pun aku masih menyebut Ryou dengan Fujibayashi.
“Betul juga..kamu berpikir..kenapa baru sekarang aku minta begitu?”
“Ah..yaaa”
“Kalau boleh, bisakah kamu memanggilku Ryou juga ?”
“Ya..jadi.., Ryou”
“T-Tomoya kun”
Lagi-lagi Ryou tersipu dengan hal-hal semacam itu, namun tidak denganku, aku justru kembali termenung...
Kyou  ya...
_________________________________________________________________________________
“Sampai jumpa..”
Hari sudah mulai sore, sudah saatnya kami pulang. Aku mengantarkan Ryou ke halte bus dan Ryou baru saja menaiki busnya...
“Tomoya-kun”
“Ya ?”
“Sampai jumpa..besok..”
Akupun segera berjalan kaki pulang. Namun tidak lama kemudian hujan turun sementara rumahku masih jauh dan aku tidak membawa payung.
“Ah..mampir Sunohara aja dulu deh nunggu hujan reda...”
Tiba-tiba kulihat anjing peliharaan kesayangan Kyou, Botan melintas di depanku
“Botan ! Ada apa ? Hari ini minggu, jadi ga ada siapa-siapa di sini...”
Nampaknya ia mendengarku, namun ia justru segera berlari ke arah bukit.
“Hey ! Botan ! Tunggu !”
Akupun mengejar Botan meski hujan bertambah deras, bisa gawat kalo Botan sampai hilang. Namun pada akhirnya aku mengetahui ia pergi menemui seseorang, sang majikan pemilik anjing tersebut, si gadis berambut panjang.
“Kyou ?! Ada apa ?”
“Tidak ada apa-apa...Gimana denganmu ? Bukannya kamu lagi kencan dengan Ryou ?”
Apa yang sedang Kyou lakukan di sini sendiri ? Apalagi ia juga kehujanan seperti aku. Apa dia sedang mengawasi adiknya ?
“Kamu  basah kuyup...”
Aneh sekali..Kyou tidak menanggapi perkataanku sama sekali..Akupun berusaha menghampirinya..
“Jangan kesini !”
Langkahku terhenti..
“Jangan kesini...tolong... Kamu harusnya mikirin Ryou aja...karena, gimana juga, kamu pacarnya Ryou...”
“Itu ga ada hubungannya dengan sekarang ini..kamu bisa sakit Kyou”
Aku mengabaikan peringatannya dan melanjutkan langkahku..
“Sudah kubilang jangan kemari !! Tinggalkan aku sendiri !!”
Kali ini Kyou berteriak dan kembali langkahku terhenti.
“.. Jangan ganggu aku lagi !!!”

[INTRODUCTION] Welcome to the Gray Saint

By : saintzera
Halo semua~~ 

Post ini khusus dibuat sebagai perkenalan apa sih sebenarnya blog ini.
Well, perkenalkan saya sendiri Andhika Renaldi, nicknamed myself saintzera, mahasiswa psikologi tingkat akhir di universitas katolik Soegijapranata Semarang (I am Christian though). Sekarang anggap saja bekerja part-time sebagai asisten konsultan di Pusat Psikologi Terapan Soegijapranata divisi anak. Selain itu saya juga seorang card gamer Yu-Gi-Oh! Trading Card Game dan menulis beberapa artikel juga di blog YuGiOh komunitas Semarang www.emperians.blogspot.co.id. Saya juga penggemar anime yang biasa saja, suka nonton, banyak menikmati, tapi ga segitunya fanatik haha.

Blog ini dibuat untuk mempublikasikan juga merekap apa-apa saja yang sudah saya tulis, karena ternyata saya suka menulis ... menulis apa saja sejauh saya ingin. Karena sosmed sepertinya kurang tepat sebagai media apabila saya ingin menulis panjang sedikit. Karena seperti halnya Makoto Shinkai berkata, berbeda dengan film atau gambar bergerak, kalau tulisan, kamu bisa menikmatinya sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan, kamu bisa sesekali menarik nafas, memaknai, kemudian melanjutkan, tanpa perlu takut akan ada yang tertinggak. Akan menjadi sebuah kesenangan buat saya kalau ke depannya ada yang menanggapi apa yang saya tulis. Tanggapan apapun bukan menjadi masalah asal ada arahnya.

Blog ini ternyata sudah saya buat sejak 2 tahun lalu namun baru saya publikasikan sekarang. Kalau dulu sih sempat malas melanjutkan project bikin blog karena disqus nya ga konek-konek sebagai media komentar meski tampilan blog lainnya sudah saya buat sedemikian rupoa, eh ternyata lama sekali saya ngecek kok sudah konek.  Namun ternyata tidak semudah itu jadi saya harus utak-atik lagi akhirnya beres juga. Jadi pretty much blog ini sudah memiliki fasilitas yang saya inginkan dan saya harap yang membaca blog sudah cukup nyaman dalam mengakses situs ini. Untuk sementara yang akan saya post adalah tulisan-tulisan lama saya yang sudah diperbaiki juga beberapa yang sudah saya tulis sebelumnya, anyway, kamu boleh juga me-request apa yang ingin kamu ingin saya untuk tulis kok :D


Lebih lanjut kamu bisa menjumpai saya di Facebook dan Twitter, search aja saintzera dan tidak ada sosmed lain karena saya ndak terlalu suka foto haha. Kamu boleh juga kepo-kepo di kolom komentar. I hope you enjoy your reading here. 

- Copyright © The Gray Saint - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -