Popular Post

[REPORT] Taipei Game Show (TGS) 2018

By : saintzera


This will be a very long post. Hanya saja, dengan post yang panjang ini saya ingin kamu bisa merasakan semaraknya event ini, apalagi dengan kacamata seorang gamer. Tentu saja report ini akan sangat dipengaruhi oleh siapa saya sebagai penulis. Oleh karena itu sedari awal saya akan memberitahu keterbatasan report ini :

      1.     Keterbatasan basis pengetahuan.
Saya adalah “gamer yang tidak nge-game”, dulu boleh main, sekarang tidak. Pretty much karena saya tidak ada uang dan waktu memainkan begitu banyaknya variasi masa kini. Yang saya tahu hanya sebatas apa yang teman-teman Facebook saya share di timeline, dari situ saya hanya “mempelajari” apa yang sedang tren di dunia gaming tanpa pernah memainkan game nya. Saya juga tidak pernah banyak datang event serupa sebelumnya

      2.       Keterbatasan waktu.
      Karena saya tidak datang sendiri jauh-jauh ke TGS. Tentunya tidak baik kalau hanya 1 tempat saja yang dikunjungi di Taipei. Jadi, saya tidak bisa berlama-lama di tempat dan lebih fokus untuk menghabiskan waktu mengunjungi sebanyak mungkin booth daripada menjajal permainan yang ditawarkan. Pada akhirnya, saya tidak menjajal satu game pun.

      3.       Keterbatasan sumber daya.
      Tidak bisa bahasa China tentunya menghambat sedikit banyak baik dalam berkomunikasi dan membaca. Saya tidak bisa banyak report game Chinese (dan Korea yang banyak bermain di game online). HP yang baterainya terbatas tanpa bawa PB juga mengganggu dokumentasi, untung saya masih dibantu kawan dalam mendokumentasi beberapa hal yang sekiranya “penting” uhuk

So here goes the real report,
Kami pergi hari Sabtu, 27 Januari 2018, tiba di venue yaitu Taipei World Trade Center (TWTC), Exhibition Hall 1, lalu membeli tiket seharga 200 NTD (sekitar 95 ribu rupiah) untuk 1 orang lalu mengantre masuk mulai pukul 12.30 dan baru masuk ke hall pameran nyaris 1 jam kemudian dengan kondisi sudah ada 13 ribu an orang dalam venue sementara kapasitas venue tertulis 29 ribu. Sepertinya mereka membatasi masuknya pengunjung.
Karena kami masuk dari pintu manapun yang kami jumpai dan ternyata kami sudah langsung “kesasar” ke booth …

1.      Cygames







 I laughed in salt.

Oh KMR kenapa dirimu begitu mempesona. Sayangnya Cygames hanya membawa Shadowverse (SV) di sini. Keknya Cygames ga butuh promo Granblue Fantasy (GBF) ga kaya F/GO (Fate/ Grand Order, akan dibahas kemudian). Karena kami datang dari belakang booth, di bagian belakang ternyata “dipajang” seorang cosplayer yang berkostum Erika dengan “panggung” tersendiri. Sepertinya ini memang pola tersendiri, di bagian “sudut mati” sebuah booth, diletakkan lah “cosplayer” untuk menarik perhatian. Karena ini terjadi juga di booth F/GO dan Bandai Namco.


Selesai jepret-jepret Erika. Kami ke bagian depan, dan nampaknya Cygames hanya menyajikan wawancara dan booth nya kebanyakan diisi dengan tablet untuk main SV. Instant skip karena saya terhipnotis booth seberang yaitu

2.       Playstation
Saya langsung geleng-geleng melihatnya karena Playstation (PS) benar-benar all out membawa game andalan yang keluar di konsolnya, ditambah dengan (anehnya) tidak adanya Nintendo dan Steam di event ini, PS ingin menggila ? Dengan ukuran booth yang besar dan nuansa gelap ala warnet game, PS menyediakan sampai lebih dari 1 PS4 untuk tiap game yang disajikan. Gamer boleh menjajal apapun game yang ia temui (asal mengantre). Judul-judul game terbaru dari seri Dynasty Warrior, Monster Hunter, Sword Art Online, Dragon Ball, Blazblue, Attack on Titan, dll. bisa kamu mainkan, dan tentunya yang terlihat paling wah … Gran Turismo VR (Virtual Reality), lengkap dengan SPG yang memandu dan kokpit pengemudinya. Satu layar besar juga tidak lupa diletakkan di booth untuk menampilkan trailer-trailer game.



Di sisi luar, PS tidak lupa berjualan. Lalu pindah ke booth seberang yaitu …
Note :
Habis gamer main, SPG nya melap controller yang dimainkan lol

3.       Sega
Karena kurang familiar dengan apa-apa saja produknya, tidak banyak yang direport selain saya melihat DX2 Shin Megami Tensei yang dipamerkan. Sebenarnya modelnya mirip dengan booth PS di mana gamer boleh mencoba main dengan didampingi SPG. Tapi ya karena cuma itu, instant skip saja



4.       Tower of Savior
Saya sih tidak peduli sama gamenya karena bagi saya gamenya sebatas “Candy Crush yang grafisnya mendingan”. Yang lebih penting, di sinilah saya menemui pemeran Shen Chia Yi dari film “You’re the Apple of My Eye” yang diperankan oleh Michelle Chen sedang diwawancarai di panggung. Sebenernya karena melihat dari jauh, saya tidak yakin sepenuhnya itu dia. Namun karena ada orang lokal yang menyebut-nyebut “Shen Chia Yi” saya jadi yakin xD



         .
anyway boothnya besar untuk game yang “cuma begini” saya tidak mengerti kenapa, padahal Cuma diisi oleh demo game nya di banyak layar TV.

5.       Magic : the Gathering (MtG)
Sebagai Trading Card Game (TCG) nomor 1 di dunia (I’m sorry Yu-Gi-Oh! lol) MtG menjadi TCG terdepan di event ini dengan menyewa booth yang besar, dekorasi maksimal dan juga menyelenggarakan turnamen. Not much to see then,


6.       Bandai Namco
Harusnya saya mampir ke sini cuma karena jalannya rame banget dan berdesak-desakan, mau “menyeberang” aja susah. Namun dari luar mereka terlihat mempromosikan game One Piece dan menyediakan patung Gundam di dalam. Saya cuma jepret cosplayer Sinon yang “dipajang” di luar lol next
7.        Google Play
Waktu kami tiba di booth mereka, sepertinya mereka menyelenggarakan lomba Clash Royale (CR). Sepertinya peminatnya cukup banyak karena di sekitaran booth ini macet sekali.

8.       Twitch

Tidak ketinggalan, portal streaming satu ini juga mengisi booth TGS 2018. Booth mereka menyediakan alternatif yang unik selain tentunya mereka menyediakan panggung untuk aksi komentar para caster. Mereka juga menyediakan gaming lounge yang nyaman. Kamu bisa duduk santai di sofa yang empuk ditemani para SPG sambil bermain game yang ada, rasanya seperti di rumah orang lain (?)

9.       Square Enix
Nama besar Square Enix tentunya bikin saya penasaran mereka akan menyajikan apa. Ternyata mereka “cuma” bawa Kingdom Hearts (KH) versi mobile. Di booth yang tidak seberapa besar panggung mereka, gamer bisa memainkan Kingdom Hearts mobile di layar besar pakai tongkat sentuh. IMO konyol banget mainnya jadinya, karena kamu harus tap tap tap layar pake tongkat dan sedikit dipaksa harus berjalan menjangkau ke sana kemari. Namun kekonyolan ini terobati oleh ornamen standnya yang KH banget. Saya selalu suka gambar kombinasi Sora dengan karakter Disney tersohor  macam Mickey Mouse, Donald Duck, maupun Goofy.

10.    Fate/Grand Order (FGO)
Di sini lah kami habis banyak waktu karena mereka NIAT BANGET. Walau sebenarnya FGO sebenarnya sejauh ini juga sudah sukses sekali, pendapatan 7 milyar yen atau sekitar 1 triliun rupiah per bulan tidak kecil kan ? tapi mereka menyediakan banyak sekali experience di booth mereka, selain panggung mereka menyediakan :
a.      Simulasi Gacha
OFC lah ya,, kamu datang ke layar monitor, berdoa, lalu pencet. Kalau summon keluar servant bagus, pengunjung pun berteriak (padahal orang Taiwan jarang teriak-teriak, kalau vvibu beda lah ya xD)

b.     Replika Senjata
Mereka memajang replika Shield nya Mashu, Excalibur nya Saber, dan bendera nya Jeanne d’Arc skala 1:1 kyaaa. Shield nya Mashu gedeee haha


c.     Potret diri dengan frame servant
Kamu merasa dirimu berserker sejati ? atau caster tiada tanding ? Kamu bisa berfoto di sini lalu mereka akan memasangkan frame class manapun ke fotomu lalu dipajang di tembok. Pretty fun, huh ?

d.     Papan tulis testimoni
Yha kamu bebas nulis apapun di sini

e.     Cosplayer
Tentunya tidak akan lengkap tanpa cosplayer karakter favoritmu kan ? Dan menurut saya, cosplayernya benar-benar tidak main-main. Kostum, makeup, dan cosplayernya sendiri pas. Tidak seperti Cygames dan BanCo yang memajang 1-1, F/GO memajang per 3 sekaligus dan pada 2 sesi yang waktunya berdekatan (sekali lagi, mereka tidak tampil di panggung). Sesi yang pertama mereka menampilkan Scathach, Jeanne Alter, dan Tamamo no Mae. Pada sesi yang kedua, mereka menampilkan Jeanne, Saber, dan Mashu.








11.     Republic of Gamers (RoG)

ASUS sebagai andalan asli Taiwan juga tidak mau kalah di sini, dan ternyata RoG lah yang membawa poster besar Player Unknown’s BattleGround (PUBG). Karena dari sebelumnya heran, kalau tidak ada Steam, siapa yang akan bawa game meme satu ini ? Sebagai perusahaan penyedia perlengkapan gaming lokal, mereka lebih memamerkan produknya ofc dan menyediakan stage untuk perlombaan. Karena waktu terbatas ofc skip skip

12.    Indie Booth
Tidak hanya perusahaan besar, para developer indie pun juga ambil bagian. Sayangnya tidak ada bendera Indonesia di booth sini sekalipun ada bendera Malaysia dan Singapura. Mungkin jalan developer game Indo masih panjang yah. Nothing notable selain tentunya mereka lebih banyak mengembangkan game di mobile device.

13.    VR dan variasinya
Sesungguhnya, banyak sekali macam game VR yang ditampilkan dari beragam developer. Mulai dari FPS, racing, horror, sport (pingpong onlen lol) dll. namun ya karena menjajal 1 saja akan lama, saya memutuskan skip semuanya. Kualitasnya sudah bagus-bagus padahal u.u

14.    Yu-Gi-Oh!, other TCG and board game
Ada blok yang diperuntukkan bagi toko-toko TCG dan board game untuk membuka stand. Selain MtG, cuma ada Yu-Gi-Oh! (YGO) dan Sengoku Taisen sebagai kategori TCG yang ada standnya. Stand YGO cukup sedih sih karena mereka hanya menyediakan 2 tempat duel berdiri dan sepertinya ada duel challenge nya, tapi karena melihat decknya isinya vanilla semua, produk yang dijual pun sedikit (hanya ada box FLOD,LVP1, EXFO yang notable, dan bahkan tidak ada LVB), instant skip.
Untuk boardgame sendiri, tersedia banyak meja apabila kamu ingin mencoba memainkannya, disinilah satu-satunya tempat yang banyak anak-anaknya juga lol. Tempatnya terbilang lapang dilengkapi galeri boardgame di samping, cuma ya itu, all in Chinese, wo bu dong lah XD.

15.    E-Sport Gaming Circuit 2018 (atau apapun namanya …)


Ada panggung sendiri juga untuk menonton apapun kompetisi yang dilombakan. Sepertinya yang kemarin dilombakan yang saya lihat adalah Arena of Valor (AOV) (karena ada tampilan gambar Superman di bagian “captain mode” nya). Dan sedikit bicara game MOBA, saya tidak melihat ada atribut Dota2 maupun Mobile Legends di sana sama sekali ea, ga usah ribut haha.

Other things to report :

Sepertinya kami datang terlalu siang karena melihat pengunjung lain … mereka banyak bawa paperbag dari macam-macam game, tapi ketika kami sampai di tempatnya kami tidak menjumpai sama sekali. Sepertinya kami kehabisan freebies sama sekali, kami hanya mampu membawa pulang 1 macam paper bag di pintu masuk utama. Ketika kami datangi lagi 15 menit kemudian, sudah tidak ada yang tersisa :o Duh ku masih pengen tas karung beras gambar Tracer (Overwatch) u.u

Sepertinya kami juga melewatkan booth Ubisoft ugh, namun teman melaporkan kalau Ubisoft yang kini terkenal dengan seri Assassin’s Creed dan Rainbow Six nya ini tidak sedang memamerkan game baru dan hanya sedang “mencari data”, kira-kira mereka sedang mengembangkan apa ya ?

Kenapa tempo hari saya bilang booth bener-bener niat ? Selain karena konten yang disajikan, TGS 2018 tidak memiliki panggung utama, jadi benar-benar diserahkan ke masing-masing booth dalam mengemas konten yang menarik perhatian pengunjung. Dan melihat panggung-panggung nya, cosplayer dipasang, cover dance, MC yang meriah, karena kami ga ngerti Chinese saja jadi kurang berasa.

Ketiadaan Nintendo benar-benar membuat handheld console jadi tidak ada jejaknya di event ini. Sayang sekali, padahal sekali-sekali ingin lihat Nintendo Switch (dan saingannya) seperti apa.
Jumlah stand makanan di sini sangat terbatas, di lantai bawah yang merupakan tempat pameran utama hanya ada 2 spot terpisah yang menjual makanan dan itupun agak terpinggir. Ini membuat venue pameran menjadi sangat-sangat bersih, hal yang patut diteladani. Apabila kamu lapar, kamu bisa pergi ke lantai 2 yang non-pameran dan lebih banyak menyediakan alternatif makanan.

Sebenernya masih ada game terkenal lain di Indo yang tidak direport macam Honkai Impact dan Ragnarok, sudahlah sudah terlalu banyak wwww


Kami meninggalkan venue pukul 4 sore lebih, di luar bahkan sempat ada orang yang nampaknya bertanya di mana kami bisa mendapat tas goodie bag ini lol.

Overall :
Ø     Event nya benar-benar keren dan worth it. Event seperti inlah yang menjadi pelipur lara studi di Taiwan. Sekalipun ga main satu game pun di sana tapi tetep puas. Event ini benar-benar menunjukkan sejauh mana perkembangan industri game masa kini, mungkin memang tidak semua komunitas game tercover tapi kelihatan jelas arahnya.
Ø     Saya melihat bahwa game memang tidak sekedar gameplaynya atau grafisnya. Saya melihat game-game online yang grafisnya tidak seberapa masih berani bersaing dengan game-game konsol yang aduuuh itu animatornya ga mati apa bikin gamenya. Board game dan Trading Card Game yang sebenarnya terlihat “remeh” karena basically “cuma kertas” masih memiliki penggemar setia meski harus berhadapan dengan game berbasis teknologi.
Ø    Game VR (Virtual Reality) perlahan menapaki jalannya, tidak hanya merangsang visual, game berbasis VR juga sudah merangsang motorik yang “memaksa” para gamer untuk secara aktif menggerakkan anggota tubuhnya. Meski sejauh ini controllernya masih terbatas pada tangan dan area permainan yang masih statis. Apabila terus dikembangkan, bukan hal yang aneh kalau di masa depan game mampu berdiri sejajar dengan cabang olahraga dan menjadi bentuk hiburan untuk umum bukan? Tidak ada lagi perkataan,”main game bikin tidak sehat karena orang jadi jarang gerak”
Ø    Akhir kata, Terima kasih khusus untuk Ribka yang mau repot-repot menemani kesana kemari dan bantu jepret dan segala macamnya di event ini. Sehebat apapun eventnya, kalau rekan seperjalanannya ga asik ga akan berarti. 
      Terima kasih juga untuk Krisna yang banyak membantu dari jauh.
      Terima kasih juga buat kamu yang sudah membaca report ini sampai di sini.

Sampai jumpa di Fancy Frontier 31 (Comiket nya Taiwan) tanggal 10-11 Februari 2018 di National Taiwan University (NTU) ~~

foto-foto lain dapat dilihat di facebook di sini

[CERPEN] Clannad Another World : Kyou and Ryou Chapter Part 2 END

By : saintzera

“Sudah kubilang jangan kemari !! Tinggalkan aku sendiri !!”
Kali ini Kyou berteriak dan kembali langkahku terhenti.
“.. Jangan ganggu aku lagi !!!”


“Kyou...” Aku mendekat lagi..
“Hentikan !!”
Kyou berjalan melewatiku, kuraih tangannya
“Hey Kyou !...”
“HENTIKAN !!!...”
Kyou berusaha melepaskan tangannya dari padaku, namun sebelum itu terjadi aku menggunakan tanganku yang satunya untuk benar-benar menghentikannya. Kyou masih berusaha melepaskan dirinya, dan perkelahian kecil kami ini pun membuat kami terhuyung karena jalan tanah yang becek akibat hujan. Sampai pada akhirnya Kyou tidak lagi melawan karena aku berhasil memeluknya dari belakang. Kudekatkan kepalaku padanya, kudengar Kyou mulai menangis..
“Berhentilah bersikap ramah padaku Tomoya...aku memang bodoh...kalau kamu bersikap begitu baik padaku, aku akan salah mengira”
.....
“Aku takut...aku takut menyatakan perasaanku padamu...”
“Kalau aku menyatakan cintaku padamu lalu aku ditolak, kita mungkin tidak bisa menjadi teman lagi seperti sebelumnya...”
“Sekalipun nantinya kamu menerimaku, Ryou yang akan sedih...”
“kalau sudah begitu akan lebih baik kalau aku saja yang mengalah...kupikir itu yang terbaik buat semua”
“Tapi sekarang..yang kurasakan...tidak lain daripada sebuah penyesalan..”
“Aku memang bodoh...itu adalah pilihanku, namun demikian ...”
................................................
“Kyou...sebenarnya aku...”
.............................
“Tomoya ! Aku adalah Kyou Fujibayashi, aku bukan... Ryou”
Aku terkejut...iya...benar...Kyou bukanlah pacarku meski sebenarnya aku...
Kyou berhasil melepaskan diri daripadaku karena peganganku yang mulai melemah...
“Tapi aku sudah terlambat Tomoya...bye bye...”
Kali ini Kyou benar-benar berlalu daripadaku, aku tak lagi kuasa menahan langkah kakinya. Aku berdiri terpaku dan tak mampu beranjak.
_____________________________________________________________________________________________________
“Aku pikir ini memang masalah sulit...masalah saudara kembar ini...”
Esoknya kuceritakan semua yang terjadi pada Sunohara, dan begitulah tanggapannya.
“Jadi, apa yang akan kamu lakukan...?”
“Kalau aku jadi kamu ?...Memacari kedua-duanya...ga usah diragukan lagi !”
“Apa aku boleh memukulmu sampai kamu tidak lagi bisa bergerak ?”
“Maaf...aku bercanda...karena sebenarnya masalah ini benar-benar merepotkan”
“Inilah yang harus kuhadapi...”
“Kamu benar...kalau kamu memilih menjauh dari mereka...itu adalah jalan keluar seorang pecundang”
Apa ? oh iya...
dan Sunohara melanjutkan kalimatnya
“Kamu mencoba supaya tidak terluka..bukan ? Tapi kalau sudah sejauh ini,.. kamu harus melukai salah satu...”
.....
“Semakin lama kamu menunda untuk memutuskan, semakin dalam luka yang akan timbul...untuk kalian bertiga”
“Ya..”
Aku benar-benar tidak bisa menyangkalnya. Aku harus segera memutuskan, aku harus jujur...bahwa aku harus menerima rasa hati satu dari mereka, dan merelakan satu hati lain yang harus terluka. Apakah Ryou pacarku sekarang ? Tidak ada yang salah dengan Ryou, ia gadis yang baik, namun hingga kini aku tidak yakin apakah aku mencintainya. Ataukah Kyou teman baikku ? Kemarin ia mengutarakan cintanya padaku...dengan kejadian baru-baru ini apakah aku baru sadar kalau sebenarnya aku memendam perasaan  padanya ? Tapi bagaimana nanti dengan Ryou ?.....
......
...
“Omong-omong Tomoya, bolehkah aku mengatakan satu hal lagi ?”
“hah ?”
“Orang-orang itu iri sama kamu yang punya masalah kayak gini !! diperebutkan dua cewek cantik huh !!...Tapi okelah..saatnya makan...”
_________________________________________________________________________________
____________________
Sepulang sekolah ini aku mengajak Ryou bertemu di kelas, di tempat kami jadian ini. Ryou ternyata sudah menungguku sambil berdiri memandangi rintik air hujan yang kembali turun. Menyadari kehadiranku, ia membalikkan tubuhnya ke arahku.
“Tomoya kun...apa yang ingin kamu bicarakan ?”
.....aku masih belum mampu membuka mulutku....Ryou kembali membalikkan tubuhnya, kali ini membelakangiku
“Sekarang cuma ada kita berdua, ya Tomoya?..Di komik-komik, kalau ada adegan sendirian di kelas sepulang sekolah, biasanya akan ada adegan berciuman, kan ?”
“Fujibayashi !”
“Mengapa kamu kembali memanggilku menggunakan nama margaku?”
Ah..sial , aku tidak menyadarinya. Tanpa sadar aku kembali pada kebiasaan lamaku. Mulutku kembali terkunci, dan justru Ryou si pemalu yang berkata-kata
“Aku selalu ingin mengalahkan kakak, aku ga mau kalah sama dia”
....
“Aku tahu... siapa orang yang selalu diperhatikannya,.. namun meski aku tahu perasaannya,.. aku tetap minta nasihat padanya”
.....
“Kubilang padanya .... aku ingin bisa lebih dekat dengan Tomoya”
...
“Kakak terkejut mendengarnya,. namun kemudian ia tersenyum”
..
“Dia bilang, serahkan padaku....Aku tahu dia akan bilang begitu...aku tahu kalau aku jahat”
..
“Meski begitu..meski begitu...aku ingin berada di dekatmu...”
Seketika Ryou membalikkan badannya ke arahku, kulihat matanya sudah berair.
“Tidakkah aku bisa menggantikan kakak ?.. Aku akan menjadi lebih terbuka seperti kakak, rambutku akan kupanjangkan, aku juga akan belajar masak, aku akan menjadi gadis idamanmu”
“Tidak,..aku ga ingin kamu melakukan hal seperti itu...”
“Aku cuma ingin dekat denganmu...”
“Aku...”
..
Ryou melangkahkan kakinya ke arahku, derapan langkahnya makin kencang, sampai di depanku ia berjinjit dan...
..
ia mendaratkan ciuman tepat di bibirku....dalam kesunyian..
..
Untuk sesaat tubuhku seolah tak kuasa bergerak...
Ryou melepaskan dirinya dariku...kemudian berlari meninggalkan kelas tanpa berkata apapun...
...
Sial ! Kutendang bangku di dekatku...laki-laki macam apa aku ini ? aku mengajaknya bertemu untuk mengajak bicara... mengakhiri masalah ini..tapi mengapa justru Ryou yang banyak berkata-kata dan sampai akhirnya mencuri ciuman dariku dan pergi begitu saja ? Mengapa aku tak mampu mengatakan hal ini kepadanya ? Mengapa aku justru kalah dengan Ryou ? Sungguh aku kesal dengan diriku yang tidak berdaya
_____________________________________________________________________________________________________
“Oke soal selanjutnya...Fujibayashi...ah, dia ga masuk..kalau gitu Suzuki..”
Ya..keesokan harinya Ryou tidak masuk sekolah, dan kulihat bangkunya memang kosong...seketika aku kembali menjadi sangat kesal
_____________________________________________________________________________________________________
Sepulang sekolah ini cuaca hujan..dan meski orang lain sudah meninggalkan kelas, aku belum beranjak sama sekali meninggalkan bangkuku.
“Kamu ga pulang?”
Sunohara bertanya begitu padaku. Kali ini aku tidak menanggapinya sama sekali. Sunohara menghela nafasnya kemudian pergi meninggalkanku...
Beberapa saat kemudian, aku tahu ada seseorang yang sudah berdiri tidak jauh dariku...
 “Hari-hari yang kuhabiskan bersamamu sangatlah menyenangkan...aku menyadari untuk pertama kalinya bahwa perasaan ketika dibutuhkan  orang lain itu sangat menyenangkan”
...
“kupikir dengan seperti ini hubungan kita akan lancar saja..”
Aku menoleh ke sosok gadis berambut pendek yang sedang berdiri tertunduk itu,,
“Tapi itu memang ga bisa ...”
Kali ini aku berdiri..
“Aku cuma jadi penjahat,.. kala aku bersamamu, sesungguhnya aku sedang memandang orang lain. Selama itu hal ini kusimpan sendiri bahkan setelah aku menyadarinya..aku cuma memanfaatkan keramahanmu..”
“Aku...orang yang aku suka sebenarnya adalah...”
....
..
“ kakakmu.....maafkan aku”
Aku merasa menanggung dosa yang amat besar hingga aku tidak mampu untuk menatapnya
....
..
“Tomoya...”
“eh?”
Suaranya bukan suara Ryou...gadis itu berlari ke arahku dan menubrukkan kepalanya ke dadaku, ia mengangkat mukanya ke arahku, kulihat ia sudah menangis. Tatapan mata ini...
“Kyou...? Mengapa ? Rambutmu ...”
Kyou sedikit menjauh namun kami masih saling memegang lengan satu sama lain, sambil menangis ia berkata..kali ini Kyou benar-benar menumpahkan perasaannya,,
“Dia marah padaku..Ryou bilang padaku untuk jangan melarikan diri...”
“ Aku ga keberatan dengan keadaan yang seperti ini...aku ga mau memilihmu kalau itu berarti harus melukai Ryou...”
Hujan di luar bertambah deras,,..Kyou masih melanjutkan kata-katanya
“Tapi dia bilang begini...”
“itu ga mungkin kak..itu sudah terlanjur...kalau kakak benar-benar mencintai Tomoya, kakak sudah ga bisa lari lagi..ga ada pilihan lain selain kita sama-sama terluka..karena kita sama-sama mencintai orang yang sama...”
“Pasti... sekarang Ryou sedang menangis”
Kyou melepaskan tangannya dariku..
“sungguh, kami berdua memang sangat terlambat...sadar, tapi bertingkah seolah tidak menyadari, meski berhadapan satu dengan yang lain..”
“Tapi ..sekarang adalah saat terakhir kita terluka”
“Dia,aku dan juga kamu”
Aku cuma bisa mengangguk,..“ya”
“Aku suka kamu, Tomoya,.. selalu ..selalu sayang kamu..”
_____________________________________________________________________________________________________
“Tolong jangan minta maaf Tomoya”
“Tapi Ryou...”
“Kalau kamu minta maaf dan aku menerima permohonan maafmu, rasanya semua ini adalah hanya sebuah candaan ”
“Aku ingin menjadikan saat-saat bersamamu sebagai kenangan berharga,,saat senang...saat sedih...semuanya,.. jadi tolong,,jangan minta maaf”
“Baiklah..terima kasih”
_____________________________________________________________________________________________________
“Besok kita mau ke mana Kyou, katanya kita mau jalan-jalan ?”
“Maaf ya, tolong batalin...Ryou mengajakku pergi belanja, jadi aku ga bisa”
“Yah..mau gimana lagi”
“Yup..kamu ga bisa apa-apa kalo gini”
Kyou tersenyum padaku,..yah setidaknya hari ini aku masih bisa pulang sekolah bersamanya..
 “Akhir-akhir ini panas sekali...”
“Betul...”
“Hei Tomoya...apakah aku benar-benar pilihan yang tepat ?”
“Hah?”
“Apa kamu yakin kamu ga berpikir bahwa semua lebih enak kalau sama Ryou daripada aku?”
“Hei..aku marah lo..”
“Ya..marahlah..dengan demikian aku bisa tenang”
“Kelihatannya kamu ada yang salah...”
“Kalau begitu...langsung saja !”
Kyou mendadak mendekatkan tubuhnya padaku...dan mencium bibirku...
“H-hei kamu !!”
Kyou terkekeh sendiri..kemudian ia meraih lenganku kemudian menyandarkan kepalanya di bahuku..
“Tomoya..aku sayang kamu...”
Yah..inilah kekasihku sekarang, Kyou Fujibayashi. Kali ini benar-benar orang yang kucintai.
“Musim panas akan segera datang yah..”

“Ya...”

[CERPEN] Clannad Another World : Tomoyo Chapter Part 2 END

By : saintzera
“Kita putus saja”
Aku sudah mengatakannya

Tomoyo terperangah, ia mengarahkan wajahnya kepadaku. Aku tak mampu menatapnya, aku mengalihkan pandanganku
“Akan lebih baik kalau kita putus saja”
“Aku sudah bilang, jangan bercanda seperti itu”
“Kamu memiliki tujuan,” aku segera menyela kalimatnya,” tapi, kalau kamu tetap bersamaku, mungkin kamu tidak akan mencapainya”
Kami hening sejenak, Tomoyo tertunduk, aku mulai memberanikan diri menatapnya
“Oke ? Jadi..”
“Ga....aku ga mau !!”
“Tomo—“
“Aku ga mau !!”
Tomoyo setengah berteriak
......
“Ada apa sih?”
“Sudah ga usah dilihat”
......
Aku mendengar percakapan orang  lewat, bukan hal yang aneh..kulihat Tomoyo berdiri dan berbalik menghadapku
“Kalau aku pergi, kamu akan menemui masalah..tanpa aku, siapa yang akan membangunkanmu pagi-pagi? Siapa yang akan menyediakan makan siangmu ? Bagaimana dengan belajar untuk ujianmu ? lalu..lalu..”
 kulihat Tomoyo  mulai berkaca-kaca
“Jangan kuatir..aku akan mengaturnya walau tanpa kamu”
“Tapi...tapi....”
“Kalau aku terus bersamamu, pada akhirnya aku akan selalu bergantung padamu dalam semua hal, aku juga tidak ingin begitu caranya..”
“Aku cinta kamu...aku ingin bersama denganmu...” Tomoyo mulai mengeluarkan air matanya
“Tomoyo...perasaanku padamu bukanlah perasaan cinta. Aku adalah orang yang sangat egois. Tomoyo, jawablah harapan orang-orang padamu, sehingga suatu hari nanti aku bisa mengingatmu kemudian berkata, wow, kekasihku dulu adalah orang yang begitu hebat. Aku mohon, Tomoyo”
......
“Aku mengerti”
 setelah hening sejenak Tomoyo akhirnya menanggapi, aku tidak lagi melihat air matanya, namun kulihat sorot matanya hampa,
 “Aku janji padamu,.. jadi,..terima kasih telah mau berpacaran dengan perempuan seperti aku, jaga dirimu baik-baik”
“Ya”
Tomoyo mengambil tasnya, dan Ia pun pergi...
Sementara aku..aku belum bisa beranjak dari bangku taman dan cuma bisa meremas es krimku, kutundukkan kepalaku sembari terisak , awan mendung di hatiku telah menumpahkan air hujannya......cih, mengapa aku menjadi seperti ini ? Bukankah yang barusan kulakukan adalah demi kebaikan Tomoyo ? Bukankah aku melakukan ini karena aku sayang kepadanya ? Namun kenapa saat ini...kenapa saat ini hal-hal tersebut tidak menghibur kesedihanku....

_________________________________________________________________________________

“haaah ? kupikir jalan kalian akan lurus lurus saja sampai kalian menikah”
Begitulah tanggapan Sunohara saat kuceritakan kisahku di kamar asramanya
“Ga semudah itu...”
“Ga juga,.. Kalau ia dipaksa memilih, aku pikir dia akan lebih memilihmu dibandingkan dengan OSIS”
“Ga begitu juga..”
“Tapi, dengan perginya Tomoyo, tidakkah kamu akan kembali menjadi dirimu yang dulu sebelum bertemu dengannya ?”
Kali ini aku hanya bisa tersenyum menanggapi Sunohara
_________________________________________________________________________________

Aku tidak lagi dibangunkan oleh Tomoyo di pagi hari setelah kami putus, namun aku ternyata mampu untuk bangun sendiri, aku menghadiri seluruh jam pelajaran meski aku belum mampu untuk sepenuhnya berkonsentrasi pada pelajaran, aku mengerjakan soal-soal latihan di sekolah, aku mengerjakan PR di rumah, meski sempat tertidur di tengah jalan, dan besoknya dikumpulkan.Ya,  aku berusaha agar hidupku berubah menjadi hidup seorang pelajar pada umumnya, menjadi lebih rajin tidak seperti dulu
Bagaimana dengan Tomoyo ? Mungkin sebagian dari kalian mulai mempertanyakan kabarnya, kalau kalian bertanya padaku akupun tidak seberapa tahu, terkadang kami berpapasan di koridor, namun kami saling melewati tanpa saling menyapa, seolah kami tidak pernah mengenal satu sama lain, ya seperti itulah kami..walaupun aku tidak bisa menyangkal, hatiku sedih bila bertemu dengannya
_________________________________________________________________________________

“Kamu sudah dengar ? Tomoyo mendapat ranking 4 dalam ranking ujian nasional !!”
“Ia juga diberi penghargaan karena ia begitu aktif menjadi sukarelawan kemarin”
“Aku bahkan mendengar bahwa ia mendapat tawaran untuk belajar di luar negeri dalam program pertukaran pelajar”
Begitulah kira-kira pembicaraan mengenai Tomoyo hari-hari ini, pembicaraan yang kudengar secara kebetulan ketika melewati gerombolan murid sekolah dan sudah lebih dari sebulan sejak aku putus dengannya. Tomoyo nampaknya benar-benar menepati janjinya padaku pada hari itu. Haha..setelah aku pikir-pikir, bukan hal yang aneh untuk gadis seperti Tomoyo, memang sudah seharusnya ia begitu.
_________________________________________________________________________________ 

“Aku benar-benar akan menontonnya lho”
Sunohara bermaksud untuk menonton sebuah kaset rekaman video ketika aku sedang berkunjung ke kamar asramanya
“Lakukan saja apa yang kamu suka..”
“Kupikir kamu ga mau lihat ini soalnya.. .Yakin gapapa ?”
“Sudah tonton saja..”
Aku berusaha terlihat cuek sembari sedikit mengguratkan senyum
“Oke...”
Dan Sunohara pun mulai menyetel video tersebut...dan terdengarlah suara dari video yang diputar Sunohara
“I fight the bullet in order to prevent the loneliness, if you hadn’t known the law of the sakura trees......”
“Bahasa apa ini ?” Sunohara bertanya padaku
“Sepertinya ia sedang berbicara mengenai pohon sakura,” jawabku
Mungkin kamu telah menebaknya, ya..ini adalah video mengenai Tomoyo, dalam video yang  terpampang di layar, tampak Tomoyo sedang berpidato dalam bahasa Inggris di sebuah ruang pertemuan yang besar...
_________________________________________________________________________________

Dan keesokan harinya foto Tomoyo terpampang sebagai headline sebuah koran lokal
“Foto ini sama dengan yang kita lihat di video kemarin”
 begitu komentar Sunohara yang memberitahukan kabar ini padaku yang sedang duduk santai di bangku halaman sekolah
“Ya...”
“Kita dulu dekat dengan seseorang yang begitu hebat, yah?”
Aku hanya bisa menu jukkan senyum simpulku padanya
“Hey..”
Sunohara berkata demikian, ketika aku menoleh ke arahnya, jarinya telah menunjuk ke atas, begitu ku mengikuti arah jarinya yang ternyata menuju jendela lantai 2 gedung sekolah, aku melihat Tomoyo dan rekan OSIS nya terlihat sedang berbicara dengan seorang alumni
“Sepertinya dia sedang sibuk”
“Ya...”
Begitulah lagi jawab singkatku, terkadang aku merasa tidak enak hati menanggapi perkataannya dengan begitu singkat padahal ia telah banyak bicara, walaupun ia memang cerewet, tapi setidaknya memang aku memang tidak biasanya begini diam..apakah karena topik yang ia bicarakan adalah mengenai Tomoyo ? Apakah aku memang belum bisa melupakannya setelah berbulan-bulan putus ? Aku tidak mengerti..
_________________________________________________________________________________

“Hahahaha..apaan rambutmu itu ?,”Aku tertawa di kamar asramanya melihat rambut Sunohara yang ia cat hitam seperti semula, nampaknya aku sudah terlalu terbiasa melihat rambut bercat pirangnya
“Ga usah ketawa..aku sudah merasa cukup aneh melihat bayanganku di cermin !! Dan lagi aku memang tidak punya pilihan, aku ga bisa pergi wawancara kerja dengan berambut pirang begini”
_________________________________________________________________________________

“Mungkin hasil nilai mu tidaklah terlalu bagus, namun jangan menyerah, pada akhirnya kamu akan menemukan pekerjaan yang membuatmu nyaman”
Di kesempatan lain, itulah yang wali kelas ucapkan padaku saat perwalian. Ya mungkin sudah bisa ditebak, aku, begitu pula Sunohara telah menginjak akhir tahun pelajaran, akan segera lulus dan meninggalkan bangku sekolah. Aku dan Sunohara tidak melanjutkan ke bangku kuliah, namun langsung mencari pekerjaan. Pada akhirnya, tempatku diterima bekerja  masih berada di kota yang sama, di kota yang penuh dengan kenangan buruk ini.
_________________________________________________________________________________

Kemudian tibalah hari upacara kelulusan,..setelah upacara kelulusan selesai..
“Kamu yakin mau langsung pulang ? masih ada pesta lho setelah ini” Sunohara bertanya padaku di pintu sekolah
“Aku ga punya alasan untuk ikut, sampai jumpa nanti di kamarmu.”
“Oke..”
Akhir  tahun ajaran yang terletak di bulan Desember menjadikannya bukan hal yang aneh apabila pada saat itu hampir seluruh kota diselimuti dengan salju, begitu pula hari ini, seluruh kota telah diselimuti dengan salju. Saat ini salju juga sedang turun perlahan-lahan, sementara aku sedang berjalan kaki sendirian menuruni jalan bukit yang sepi yang menghubungkan sekolah dengan kota yang terletak di bawah bukit, jalan yang berada di tengah deretan pohon sakura yang Tomoyo, mantan kekasihku dulu, ingin lindungi. Melihat pohon sakura yang tidak sedang menunjukkan keindahannya pada musim dingin di kiri kananku sekarang ini nampaknya berarti  usaha Tomoyo telah berhasil.
Tomoyo yah ? Tomoyo...mengapa sampai sekarang aku masih belum bisa melupakan gadis itu, mengapa aku dengan mudahnya mengkorelasikan pohon sakura yang kulihat dengan bayangan dirinya ? Aku tahu hidupku secara keseluruhan sejauh ini tidaklah sebaik, senyaman, secemerlang, atau sebahagia orang lain, namun sejauh itu pula aku tidak pernah merasa bermasalah dengan hidupku. Namun hari ini aku hanya merasa begitu sedih dengan diriku, kesedihan ini tidak mungkin disebabkan oleh aktivitas sehari-hariku, aku merasa tidak ada yang salah dengan itu.
Aku sedih memikirkan Tomoyo, sudah berbulan-bulan semenjak aku putus dengannya, namun aku tidak bisa melupakannya. Aku tidak tahu mengapa , namun memang itu kenyataanya, aku sedih memikirkan dia. Memang ia tidak memiliki pacar baru semenjak ia putus denganku, kemungkinan karena ia benar-benar sedang fokus mengejar tujuannya. Namun tidak lama lagi pun ia akan terbebas dari jabatannya dari ketua OSIS, bukan hal sulit baginya untuk menemukan pacar baru. Tidak cuma itu yang mengganggu pikiranku, pada titik ini, aku mulai mempertanyakan keputusanku hari itu, hari di mana aku memutuskan hubunganku dengannya.
Apakah keputusanku saat itu merupakan keputusan yang tepat ? Memang saat ini tujuanku memutuskannya bisa dibilang tercapai, namun..melihat prestasinya saat ini, apakah aku saat itu meragukan kemampuannya ? Maksudku, tanpa harus putus denganku pun mungkin ia masih bisa mencapai tujuannya dan mungkin aku bisa serajin ini bukankah ia juga begitu sedih saat aku memutuskannya ?. Namun itu juga tidak menyelesaikan masalah apabila saat itu aku tidak putus dengan Tomoyo, bukankah pada akhirnya orang secemerlang Tomoyo tidak mungkin akan tinggal di kota kecil ini setelah ia lulus tahun depan ? Setidaknya ia pasti ia akan melanjutkan kuliah di kota besar, meraih sesuatu yang lebih besar daripada pencapaian seorang pemuda yang mungkin akan terjebak seumur hidupnya di sebuah kota kecil. Cepat atau lambat aku dan Tomoyo pasti akan putus karena dunia kami begitu berbeda, mungkin tepat juga aku memutuskan nya saat itu, saat itu aku masih memiliki muka padanya, dibandingkan misal kami putus begitu ia lulus, saat itu aku pasti sudah kehilangan muka..haha, aku begitu bodoh masih memikirkan hal-hal seperti itu, bahkan di hari kelulusanku ini. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri sampai aku tidak menyadari kehadiran sesosok wanita yang tanpa kusadari telah berdiri di hadapanku.
_________________________________________________________________________________

Rambut itu, wajah itu...sangatlah tidak asing buatku. Tomoyo Sakagami telah berdiri di hadapanku sekarang.
Tomoyo memulai pembicaraan denganku
“Kamu sehat-sehat saja?”
“Ya..ada apa ?”
“Aku telah menunggumu, aku ingin memberitahumu”
“Memberitahu apa ?”
“Pohon sakura disini akhirnya tidak akan jadi ditebang. Sudah diputuskan demikian.”
“Jadi begitu..”
“Sudah lama aku berjuang mencapai tujuan yang tak bisa kulepas begitu saja, sekarang tujuanku telah menjadi kenyataan.”
“Ya, kamu telah membuat mimpimu menjadi kenyataan.”
“Tapi, aku berkorban besar untuk itu, mengorbankan waktu berbulan bulan yang harusnya dapat kuhabiskan dengan orang yang kusayang.”
Hening sejenak, Tomoyo melanjutkan kalimatnya
“Aku mencintaimu..bahkan sekarang, aku mencintaimu lebih dari sebelumnya.”
“Haha..bukankah selama ini kita sudah tidak pernah bicara ?
“Kamu benar, tapi aku memperhatikanmu,.. selalu memperhatikanmu selama ini. Aku tahu bahwa tanpa aku, kamu bisa baik baik saja. Kamu mengikuti pelajaran dan sudah tidak terlambat datang ke sekolah. Kamu bekerja keras, sedikit demi sedikit, setiap hari”
“Ya, meski aku tetap tidak bisa membuat bento sendiri. Aku juga cukup berusaha keras mencari pekerjaan, rekomendasi sekolah untukku memang buruk, sehingga aku ditolak bekerja di banyak tempat. Namun pada akhirnya aku menemukan pekerjaan. Di sebuah toko kecil, toko daur ulang barang bekas. Tokonya dekat, masih berada di kota ini, transportasinya mudah”
“Cuma itu yang bisa kuceritakan padamu Tomoyo....Hei, apa sebenarnya yang kubicarakan padamu ? Sebenarnya bagaimana biasanya aku mengobrol denganmu ? Bagaimana biasanya aku tertawa denganmu?”
Kulanjutkan kalimatku...
“ Namun kamu dan aku tidak sejalan,.. kamu juga akan lulus tahun depan, aku yakin kamu akan meninggalkan kota ini dan pergi jauh...karena kamu memang bisa pergi lebih jauh dari aku. Namun aku memang tidak bisa,..aku terkurung di kota ini, selamanya di sini. Seperti itulah orang seperti aku”
“Kalau begitu...”Tomoyo berkata,
“Aku akan mengikutimu...ke mana pun kamu pergi..”
Aku terkejut...”Kenapa, Tomoyo ?” nada bicaraku mulai meninggi,
”Kamu bisa pergi ke tempat yang lebih baik, tidakkah kamu mengerti itu ? Bukankah dulu aku juga sudah bilang padamu ? Kamu bisa masuk universitas yang bagus, bertemu dengan banyak orang, membangun impian demi impian kemudian mewujudkannya..”
Tanpa kusadari aku telah berteriak padanya..
“KAMU PUNYA TEMPAT YANG LEBIH TINGGI TOMOYO !!  TEMPAT YANG  JAUH ...!!    AMAT JAUH LEBIH TINGGI DARIPADA BERADA DI SAMPINGKU !!! KAMU BISA MERAIH APAPUN !!! RAIHLAH APAPUN YANG ADA DI LUAR SANA, KAMU GA AKAN MENCAPAINYA BILA BERSAMAKU... AKU BUKAN ORANG YANG LAYAK BUATMU !!”
Tanpa keraguan Tomoyo menyela,”Jangan terlalu merendahkan dirimu, inilah pilihanku...”
“ Daripada tempat yang tinggi yang tersusun oleh nilai ujian atau rekomendasi guru ataupun sederetan prestasi, uang bahkan kekuasaan ..ada tempat yang lebih baik dan lebih dekat di sini,, yang lebih nyaman..dan lebih hangat buatku, yaitu di sampingmu, bersama orang yang kucintai..oleh karena itu.. ”
Dengan mantap Tomoyo berkata..
“Aku akan ikut bersama Tomoya !!!.., ke manapun ia pergi ... dengan segenap hatiku !!!”
Aku terkejut..sekarang awan mendung di hatiku telah tersibak..mengizinkan sang mentari memancarkan sinar cerahnya...
“Hahaha...” Aku sedikit terkekeh,”Kalau sudah begini, sekarang aku tidak tahu siapa di sini yang lebih tua”
...
“Aku juga pergi, Tomoyo..mungkin memang sedikit terlambat, namun aku juga akan pergi... kemanapun juga kamu pergi”
......
.....
Kulihat Tomoyo mulai terisak,,
”Tomoya...Tomoya !!”
“Ada apa ? Ada apa Tomoyo ??”
Aku tidak tahan lagi, aku memeluk Tomoyo yang sedang menangis, dan tanpa kusadari aku juga mulai berkaca-kaca...
“ Ada apa Tomoyo ? Jangan menangis..jangan menangis ...Tomoyo...”
..............
.........
....

[REVIEW] Teenlit - Lovasket , I can't deny that it is good

By : saintzera


Saya tidak percaya saya menghabiskan baca novel teenlit 300-an halaman dalam kurang dari sehari. Karena sesungguhnya meskipun saya suka baca walau tidak sedemikian intens, meski semua saya santap selama saya rasa itu menarik, jam baca saya untuk teenlit tergolong sangat minim. Terakhir baca teenlit mungkin paling gede pas SMP, itu aja (pasti) pinjem :p. Ternyata saya masih bisa betah baca teenlit :o

Judulnya adalah Lovasket (pasti asalnya dari Love dan Basket :p). Membaca judul ini memang merupakan wishlist lama saya yang terlupakan. Beberapa tahu  yang lalu saya sempat ingin membaca novel Indonesia yang pengarangnya cowok tapi tokoh utamanya dalam cerita adalah cewek dan novelnya harus cukup booming. Kenapa saya bisa pengen itu ? Sesungguhnya saya agak sedikit lupa detilnya kenapa, cuma ya saya ingin tahu apakah seorang cowok itu bisa mengalirkan cerita dari sudut pandang seorang cewek, dalam cerita yang runtut dan ga usah terlalu berat, dan itulah kenapa wujudnya harus berupa novel, di mana ceritanya harusnya mengalir dengan detil dan sang pengarang sangat dituntut agar bisa menstimulasi imajinasi pembacanya. Kenapa Indonesia ? Karena saya percaya pasti ada yang bisa mengarang dengan baik di Indonesia, dan melihat setting apa sih di Indonesia yang menarik disorot sang pengarang, dan karena kalau settingnya Jepang saya justru sudah lebih akrab haha. Kenapa saya pengen lihat bagaimana seorang cowok menceritakan seorang cewek ? alasan yang pertama biar saya bisa jadi orang yang lebih empatik, yang kedua sekalian belajar menulis :p.

Nah, berhubung saya tidak tahu apa persisnya buku yang memenuhi kriteria, saya pun menulis status Facebook yang isinya meminta rekomendasi. Tak disangka ada seorang kakak kenalan FB yang merekomendasikan judul tersebut. Namun demikian, waktu itu hanya sampai sejauh itu karena ya saya ternyata tidak segitu niatnya untuk kemudian mencari bukunya. Lompat ke masa kini, pada suatu hari yang suntuk, saya pergi ke sendiri ke salah satu toko buku terkemuka di kota untuk menghabiskan uang gajian mencari buku yang sekiranya menarik untuk dijadikan alas tidur ... tentu tidak,, tentunya untuk dibaca. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata toko buku tersebut sedang mengadakan book fair dan hari itu hari terakhir ! Meskipun saya agak skeptis karena biasanya book fair begini tidak sesuai harapan saya singkat cerita saya tetap berkunjung ke sana setelah membeli LN (Light Novel) 5 centimetres per second dia area penjualan reguler, huehehehe

Setibanya di book fair, ternyata banyak buku yang dijual dengan HARGA PUKUL RATA !! YEEEEAAAHH !! Saya pikir modelnya cuma diskon-diskon yang ga worth it, tapi ternyata ada buku yang 10 ribuan, 20 ribuan, 30 ribuan dst. Walhasil saya pun langsung gelap mata dan menelusuri tiap-tiap judul buku apapun yang masih tersisa di sana. Selidik punya selidik ... mata saya menangkap stimulasi menarik di suatu sudut, yaitu NOVEL LOVASKET dengan harga SEPULUH RIBU RUPIAH ulululululu puja kerang ajaib GPL langsung bawa ke kasir bersama buku-buku lain.

Setelah dibelipun ya saya masih cukup mager bacanya, dan tentu saja novel 5 centimetres per second masih lebih menarik buat saya. Selesai membaca novel yang menghabiskan hati dan perasaan itu, setelah sukses (?) move on barulah saya menyentuh Lovasket. Maaf ya pembaca prolognya kepanjangan hehehe~ don’t worry saya ndak akan major spoiler

Pertama kali membuka bukunya (dengan sedikit merasa ketuaan) saya menuju halaman ISBN nya terlebih dahulu (kebanyakan nulis skripsi huhu). Saya terkejut novel teenlit ternyata bisa juga sampai ke cetakan kesepuluh dari tahun 2007 sampai 2014. “Gile ini novel laku juga, mempertimbangkan jangka waktu tujuh tahun itu kan tren dan teknologi sudah cukup jauh bergeser” batin saya. Lanjut ke isinya, Lovasket diawali dengan perkenalan yang benar-benar klise, Vira cewek SMA cantik kaya raya songong suka clubbing anak basket nan berprestasi punya geng juga punya cowok yang ga kalah borju yah pokoknya itu, bikin saya mager lanjutin baca untuk beberapa hari.

Dengan semangat anti mager demi personal research saya pun lanjut mbaca. Ternyata setelah ceritanya masuk ke main plot atau arc utama, setelah sang protagonist (tokoh utama) mengalami kejatuhan dalam hidupnya, di mana Vira harus keluar dari sekolahnya, cerita mulai menarik diikuti. Ya sebenarnya sampai di sini masih cukup klise sih. Yang bener-bener noticeable buat saya adalah dengan terang-terangan diperkenalkannya cewek (sebut saja Niken) yang ke belakangnya diplot seolah menjadi “tokoh utama kedua” setelah masuk main arc.

Dan benar dugaan saya, Vira benar-benar “berbagi peran” dengan Niken. Buat saya kerasa banget kalau Vira diplot agak bergeser sebagai si “cowok” dan Niken sebagai si “cewek” di cerita-cerita bertema sport atau petualangan. Secara umum, Vira bertugas sebagaimana tokoh utama “cowok” pada umumnya, menjadi pahlawan, bertengkar, pengambil inisiatif, pemecah masalah dll dengan overall attitude yang calm dan composed sehingga bagi saya terlihat cukup macho untuk ukuran cewek. Sedangkan Niken mengambil peran sebagai “cewek” yang lebih banyak diceritakan melancholy nya, susah-payahnya, galau-galaunya, pihak yang digodain, ditolong dan seterusnya. Sekalipun demikian, karakternya tetap tidak dibuat ekstrim, protagonistnya masih berasa sisi ceweknya dan si Niken juga bukan karakter yang sedemikian feminimnya sehingga hal ini menjadi nilai plus besar bagi novel ini menurut saya yang penggemar slice of life.

Di sisi lain, sekalipun judulnya Lovasket atau mungkin Love dan Basket, novel ini jauh lebih kuat sisi basketnya daripada cinta-cintaannya, karena ceritanya benar-benar berputar di dunia basket, tanpa basket novel ini ga ada ceritanya, tapi tanpa cinta-cintaan novel ini akan tetap jalan. Jadi kalau saya boleh ngurutin genre, maka urutannya dari yang paling atas adalah sport, slice of life, friendship (kalau ada genre ini lol) baru romance. Kisah seputar basket nya diceritakan dengan cukup detil namun tetap simpel, bahkan ketika sedang saatnya pertandingan, saya merasa sedang menonton anime basket seperti Slam Dunk atau Kuroko no Basuke karena tidak hanya alur pertandingannya yang dibahas, ada pula percakapan-percakapan di pinggir lapangan yang hadir secara simultan sehingga ikut menyemarakkan tensi pertandingan. Dan untuk romance nya, bagusnya adalah ga maksa, baru akan diceritakan kalau memang perlu.

Dari sisi character development saya bilang cukup apik baik untuk karakter protagonist maupun antagonist. Tidak ada character yang belum apa-apa tiba-tiba begini atau tiba-tiba begitu, cukup smooth lah. Konflik yang dibangun mengalir dengan enak, dan tidak belibet antara konflik yang “jangka panjang” atau “jangka pendek”. Beberapa plot twist tak lupa dihadirkan yang cukup mengejutkan saya yang menetapkan standar “yah kira-kira paling ceritanya akan segini”. Bicara jujur, pengembangan cerita memang masih sangat terbuka, namun saya pikir sang pengarang memang meninggalkan demikian agar ceritanya tidak terlalu berat haha.

Di aspek-aspek lain ceritanya seperti setting, karakter antagonis, karakter sampingan, detil keseluruhan, dll. penilaian saya standar. Standar bukan berarti jelek, setidaknya tidak merusak cerita dan tidak aneh itu sudah bagus.

Overall, saya sebagai seorang cowok doyan juga novel teenlit ini, dengan sedikit nurunin standar umur saya masih kebaca lah ini novel haha. Indeed ini memang novel lama, ceritanya aja lanjut dan tamat di buku ke-enam yang terbit tahun 2014 dan sudah sempat ada FTV nya, tapi yah peduli amat yang penting misi pribadi saya tercapai.Yang saya butuhkan masih satu lagi sih, komentar dari cewek yang membaca Lovasket terhadap novel ini, apakah kamu nyaman dan menyukai tokoh utama novel ini Vira? atau kamu lebih menyukai Niken ? Ada yang bisa bantu saya ?

Apakah saya akan baca nomor-nomor lovasket selanjutnya ? Jeng jeng jeng

Cari di mana dan harga berapa ya ? :v 

- Copyright © The Gray Saint - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -